Petunjuk Rasulullah SAW tentang Tanda-tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar

Petunjuk Rasulullah SAW tentang Tanda-tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW mengabarkan bila ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar carilah di 10 hari terakhir Ramadan, dengan salah satu tandanya matahari akan terbit tidak bersinar. Foto ilustrasi/SINDOnews
Banyak orang bertanya tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar ? Rasulullah shallallahu 'laihi wa sallam pernah bersabda, "barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada sepuluh malam terakhir". (HR. Al-Bukhari).

Sebagaimana diketahui Al-Qur'an menyatakan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari 1.000 bulan (83 tahun). Adapun tanda-tanda Lailatul Qadar dijelaskan dalam hadis Nabi berikut.

حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ قَالَ قُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّى عَلِمْتَ أَبَا الْمُنْذِرِ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ بَلَى أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا لَيْلَةٌ صَبِيحَتُهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ فَعَدَدْنَا وَحَفِظْنَا وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمَ ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَكِنْ كَرِهَ أَنْ يُخْبِرَكُمْ فَتَتَّكِلُوا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami Washil bin Abdul A'la Al Kufi telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin 'Ayyasy dari 'Ashim dari Zirr berkata; Aku bertanya kepada Ubay bin Ka'ab; "Wahai Abu Mundzir, dari mana engkau tahu bahwa Lailatul Qodar pada malam dua puluh tujuh?" dia menjawab: "Memang demikian, telah mengabarkan kepada kami Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa itu adalah malam, yang mana pagi harinya matahari terbit tanpa bersinar lalu tanda tersebut kami hapalkan. Demi Allah sebenarnya Ibnu Mas'ud mengetahui tanda tersebut pada bulan Ramadan . Dan itu pada malam ke 27, namun dia tidak ingin mengabari kalian karena takut kalian hanya akan menunggu tanpa beramal." Abu 'Isa berkata; "Ini merupakan hadits hasan shahih." (Hadis Jami' At-Tirmidzi No. 723)

Sahabat bertanya kepada Ubay bin Ka'b: "Wahai Abu Mundzir, beritahukanlah kepadaku mengenai Lailatul Qadar ! karena sesungguhnya sahabat kami (Ibnu Mas'ud) pernah ditanya tentang Lailatul Qadar , lalu dia menjawab; "Barangsiapa melakukan (qiyamullail) setahun penuh, maka ia akan mendapatkannya."

Ubay bin Ka'b berkata: "Semoga Allah merahmati Abu Abdurrahman, sungguh dirinya telah mengetahui bahwa Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadan ." Musaddad menambahkan: "Tapi beliau tidak senang jika kalian bergantung pada Lailatul Qadar (beliau lebih suka jika kalian tidak bergantung pada Lailatul Qadar). Demi Allah, sesungguhnya Lailatul Qadar itu terjadi pada bulan Ramadhan yaitu pada tanggal 27 tanpa terkecuali."

Wahai Abu Mundzir, bagaimana kamu dapat mengetahui hal itu?" dia menjawab: "Yaitu dengan tanda-tanda yang pernah di beritahukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Aku berkata kepada Zirr; "Apakah tanda-tandanya?" dia menjawab; "Matahari pada pagi harinya seperti baskom, tidak bercahaya hingga ia meninggi." (Hadits Sunan Abu Dawud No. 1170)
Wallahu A'lam
Widaningsih

No comments: