Kisah Nabi Idris yang Wafat di Langit ke-4

 Kisah Nabi Idris yang Wafat di Langit ke-4

Nabi Idris as adalah orang pertama yang menulis dengan pena. Ilustrasi: Ist
Nama aslinya Khanukh. Dia adalah orang pertama dari keturunan Adam yang diangkat menjadi Nabi setelah Nabi Adam dan Nabi Syits as. Nabi Idris sempat menemui Adam selama 380 tahun. Allah memujinya dan memberinya kedudukan sebagai Nabi dan memberinya sifat jujur .

وَاذۡكُرۡ فِى الۡكِتٰبِ اِدۡرِيۡسَ‌ ۚ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيۡقًا نَّبِيًّا
وَّرَفَعۡنٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Artinya: "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. ( QS Maryam : 56-57)

Ibnu Ishaq menyatakan bahwa Nabi Idris as adalah orang pertama yang menulis dengan pena. Beliau pula yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadis Mu'awiyah bin Hakam As-Silmi ketika dia bertanya kepada beliau tentang ramalan, beliau bersabda:

Sesungguhnya dahulu ada Nabi yang meramal dengan membuat garis. Orang yang (ramalannya sesuai) dengan ramalan dia (Nabi tersebut) maka dia benar.” ( HR Muslim )

Hadis ini bermakna bahwa perkara itu (meramal) dibolehkan bagi nabi tersebut. Dan jika ada orang yang dapat mengetahui dengan yakin ramalannya sesuai dengan nabi tersebut, maka dia pun dibolehkan. Namun, tidak ada orang yang dapat memastikan hal tersebut.

"Maka, hadis ini sebenarnya menjelaskan tentang dilarangnya meramal, karena tidak mungkin bagi seseorang mengetahui dengan yakin bahwa ramalannya sesuai dengan nabi tersebut," ujar Imam Nawawi dalam "Syarah Imam Nawawi" saat menjelaskan tentang hadis tersebut.

Adapun firman Allah Ta'ala tentang Nabi Idris: "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS. Maryam: 57)

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW–pada peristiwa Isra' Mi'raj- berjumpa dengannya di langit keempat. Adapun Mujahid berpendapat tentang firman Allah Ta'ala tersebut bahwa Nabi Idris diangkat dan tidak mati sebagaimana diangkatnya Nabi Isa .

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Kisah Para Nabi" menjelaskan jika yang dimaksud tidak mati hingga sekarang, maka pendapat tersebut perlu ditinjau ulang. Tetapi jika yang dimaksud diangkat dalam keadaan hidup ke langit dan kemudian dimatikan ketika telah berada di sana, maka hal tersebut tidak bertentangan dengan berita yang disampaikan oleh Ka'ab Al-Ahbar bahwa Nabi Idris diangkat ke langit ke empat lalu Malakul Maut (malaikat pencabut nyawa) mencabut nyawanya di sana.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: