Kisah Nabi Idris Diutus untuk Keturunan Qabil yang Menyembah Berhala

 Kisah Nabi Idris Diutus untuk Keturunan Qabil yang Menyembah Berhala

Nabi Idris diberi 30 suhuf (wahyu) oleh Allah. Dia tidak pernah lesu membacanya, siang dan malam. Ilustrasi: Ist
Nabi Idris bernama asli Khanukh. Dia adalah orang pertama dari keturunan Adam yang diangkat menjadi Nabi setelah Nabi Adam dan Nabi Syits as. Nabi Idris sempat menemui Adam selama 380 tahun.

Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim dengan judul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” mengutip Wahab bin Munabbih menjelaskan bahwa semata-mata dia diberi nama Idris karena dia banyak membaca suhuf. "Beliau adalah orang yang pertama kali menulis dengan qalam (pena). Beliau juga orang pertama yang menulis suhuf (wahyu)," jelasnya.

Menurut Ibnu Abbas ra , Allah SWT mengutus Nabi Idris AS kepada keturunan Qabil yang menyembah berhala dan menyimpang dari mentauhidkan Allah.

Selain menyembah Allah, keturunan Qabil bin Adam memiliki lima berhala yang mereka sembah yaitu Wud, Siwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr, yang disinggung oleh Allah di dalam al-Qur'an yang agung.

Di luar tugas berdakwah, kesibukan Nabi Idris sehari-hari adalah menjahit. Dalam setiap tusukan jarum dia bertasbih kepada Allah. Apabila lupa, jahitannya yang tidak disertai dengan tasbih kepada Allah dia udar kembali.

Beliau adalah orang yang tidak mau makan kecuali dari hasil usahanya. Beliau suka menjahit pakaian milik orang lain sehingga mendapatkan upah.

Sebelum zaman Nabi Idris, manusia memakai kain tanpa dijahit. Setelah Nabi Idris menciptakan jahitan dan menjahitnya, orang-orang menganggapnya bagus, dan mereka pun ikut menggunakan bahan pakaian yang dijahit.

Selanjutnya, Nabi Idris diberi 30 suhuf (wahyu) oleh Allah. Dia tidak pernah lesu membacanya, siang dan malam.

Para malaikat suka datang untuk mushafahah (bersalaman) dengan Nabi Idris. Setiap hari, ibadah Nabi Idris dilaporkan seukuran ibadah seluruh manusia. Saking banyaknya ibadah Nabi Idris, sampai-sampai malaikat merasa takjub kepadanya dan karenanya dia didengki oleh Iblis terlaknat. Akan tetapi, Iblis tidak menemukan cara untuk memperdayainya.
(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: