Semua Nabi Ajarkan Tauhid: Bagaimana dengan Yahudi?

 Semua Nabi Ajarkan Tauhid: Bagaimana dengan Yahudi?

Yahudi mengimani kitab Taurat yang juga mengajarkan tauhid. Foto/Ilustrasi: al jazeera
Semua nabi mengajarkan ajaran keesaan Allah atau tauhid , sebagai pencipta alam semesta ini. Lalu kenapa masih ada perbedaan di antara Yahudi dan Islam yang berasal dari satu tuhan?

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk percaya kitab-kitab Zabur, Taurat , dan Injil . Konsep pada agama Yahudi, Nasrani , Islam dalam ketuhanan didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan.

Al Kitab Ibrani mengatakan: “Dengarkan Israel, Tuhan adalah Allah kita, Tuhan adalah satu”. Al Kitab Injil (ulangan 32;39 mengatakan “Lihatlah Aku Allah yang Esa, Tak ada Allah kecuali Aku”. Al Quran (Al Ikhlas 1) “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa”.

Dari ketiga kitab tersebut sudah jelas adanya substansi bahwa Allah-lah Tuhan dari Yahudi, Nasrani dan Islam. Hanya dalam perkembangannya semua berkembang dengan prinsip kebenarannya sendiri-sendiri dalam bidang syariahnya, sedang dalam akidah prinsipnya mempercayai keesaan Allah.

Pembuktian kisah pencarian tuhan seperti yang dijelaskan oleh Allah dalam firmannya surat al An'am ayat 76-79. Yakni ketika Nabi Ibrahim mencari hakikat Tuhan. Ajaran tentang keesaan Allah disampaikan oleh para nabi dan rasul .

Hal ini disampaikan Allah Taala dalam QS Al-Anbiya' ayat 25: “Dan tidaklah kami mengutus sebelum engkau seorang Rasulpun melainkan kami wahyukan kepadanya: bahwasanya tiada Tuhan yang sebenarnya disembah melainkan Aku, maka sembahlah Aku.”

Taurat

Yahudi mengimani kitab Taurat yang juga mengajarkan tauhid. Kata Taurat bersumber dari bahasa Ibrani: "Thora" yang berarti syariat atau hukum. Kitab Taurat itu sendiri diturunkan dalam bahasa Ibrani. Isi pokok kitab ini yakni Sepuluh firman atau Perintah (Ten Commandements) Allah SWT yang diterima oleh Nabi Musa as saat berada di puncak gunung Thursina.

Sepuluh Firman atau Perintah yang berisi asas-asas akidah (keyakinan) dan asas-asas syariat (kebaktian) itu tercantum dalam kitab Keluaran pasal 20: 1-17 dan Kitab Ulangan pasal 5: 1-21.

Sepuluh Perintah Allah SWT itu sebagai berikut: keharusan mengakui ke-Esa-an Allah dan mencintai-Nya. Larangan menyembah berhala atau patung, sebab Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air. Perintah menyebut nama Allah SWT dengan hormat. Perintah memuliakan hari Sabat (Sabtu). Perintah menghormati ayah-ibu.

Selanjutnya, larangan membunuh sesama manusia. Larangan berbuat cabul (mendekati zina). Larangan mencuri. Larangan berdusta (menjadi saksi palsu). Larangan berkeinginan mempunyai atau menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak tepat.

Selain Sepuluh Firman atau Perintah Allah SWT itu, Nabi Musa as juga menerima wahyu lain tentang cara melakukan salat, berkurban, upacara, dan lain sebagainya.

Dalam menyiarkan ajaran tersebut, Nabi Musa as ., dibantu oleh saudaranya, Nabi Harun as. Lalu kenapa masih ada perbedaan di antara Yahudi dan Islam yang berasal dari satu tuhan?

Pengingkaran beberapa waktu lamanya sesudah Nabi Musa as wafat, isi kitab Taurat telah diubah oleh pemuka Yahudi. Beberapa firman Allah SWT dalam kitab tersebut mereka gelapkan, sebagaimana telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an.

"Dan mereka tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya saat mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.”

Jawablah (ya Muhammad): “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan apa yang kamu dan bapak-bapak kamu belum ketahui.” Katakanlah: “Allah (telah menurunkannya)”. Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” ( QS Al An‟am : 91).

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: