Kisah Oliver Cromwell Terlibat Persekongkolan Yahudi Membunuh Raja Inggris Charles I

 Kisah Oliver Cromwell Terlibat Persekongkolan Yahudi Membunuh Raja Inggris Charles I Oliver Cromwell (1599 – 1658) adalah tokoh militer Inggris yang terlibat dalam konspirasi Yahudi membunuh Raja Charles I pada bulan Januari 1649. Kala itu, ia memerintah sebagai Lord Protector dari bulan Desember 1653 hingga kematiannya pada bulan September 1658.

William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut keterlibatan Lord Cromwell dalam persekongkolan Yahudi Internasional diungkapkan oleh Alfred Douglas dalam majalah mingguan Plain English edisi 3 September 1921.


Alfred menjelaskan, bahwa Persekongkolan Yahudi Internasional sudah lama hilang. "Namun perkumpulan itu masih bisa mengatur langkah-langkah untuk berhubungan dengan kawannya yang berkebangsaan Belanda Kannis Moulheim pada masa Napoleon Bonaparte ," ujarnya.

Ternyata ada dokumen berupa sebuah surat rahasia berbahasa Jerman yang dikirim oleh Lord Cromwell kepada pimpinan perkumpulan Yahudi Ebenz Brant yang berbunyi sebagai berikut:

"Kami akan mendukung setiap imigrasi Yahudi ke Inggris sebagai imbalan atas bantuan keuangan Yahudi yang telah diberikan. Namun hal itu nampaknya mustahil, selama raja Charles masih hidup. Sedang menghabisi hidup Charles lewat pengadilan juga tidak mungkin. Saat ini kami tidak mempunyai landasan yang cukup kuat untuk menuntutnya dengan hukuman mati di pengadilan. Satu-satunya jalan yang bisa kami sarankan adalah dengan jalan membunuhnya. Akan tetapi, kami juga tidak bisa memberikan jalan, bagaimana cara membunuhnya, kecuali menyewa pembunuh bayaran profesional. Kemudian kami akan membantunya dalam melarikan diri ke luar Inggris."

Surat Cromwell di atas dibalas oleh Ebenz Brant sebagai berikut:

Kami akan mengulurkan bantuan finansial yang dibutuhkan, jika Charles telah digulingkan, dan orang-orang Yahudi diterima di Inggris. Percobaan membunuh Charles adalah langkah yang berbahaya. Jalan terbaik adalah dengan taktik yang membuat Charles melarikan diri.

Pada saat itu Charles harus ditangkap dan diajukan ke pengadilan untuk dihukum mati. Setelah itu, uluran bantuan kami akan segera mengalir. Berbicara tentang syarat-syarat, sebelum dimulai pengadilan itu tidak akan banyak gunanya.

William G. Carr menceritakan 2 bulan setelah mereka bisa membuat raja Charles melarikan diri, sang raja segera ditangkap. Menurut sejarawan Inggris kenamaan, yaitu Hollis dan Laudloo, Cromwell adalah orang yang mengatur siasat terjadinya peristiwa itu semua.

Sebelum raja Charles melarikan diri, Cromwell terlebih dulu telah membersihkan para pendukung setia raja dari parlemen selama dua bulan sebelumnya.

Setelah itu, pada tanggal 6 Januari 1649 dibentuk sebuah Mahkamah yang dinamakan Mahkamah Pengadilan Tinggi, yang dimaksudkan untuk mengadili sang raja. Dua pertiga dari anggota Mahkamah ini adalah anggota pasukan Cromwell sendiri. Namun Cromwell sendiri tidak bisa memainkan peranan seperti diharapkan oleh para arsiteknya.

Akhirnya para tokoh Yahudi menugaskan tokoh Yahudi Inggris bernama Carfagal untuk mengatur siasat, kerjasama dengan Isaac Dwerlous, dan mereka berhasil menciptakan tuduhan pengkhianatan terhadap raja Charles.

Hakikat peristiwa ini berbeda dari apa yang ditulis oleh sejarah, bahwa tersingkirnya Raja Charles karena rakyat Inggris menentangnya. Dan tepat pada tanggal 30 Januari 1649 Raja Charles dihukum mati di depan gedung pusat lembaga keuangan Yahudi yang berdiri dekat White Hall London.

Dengan demikian, orang-orang Yahudi telah melampiaskan dendam kesumat kepada sang raja atas pengusiran mereka dari Inggris sejak masa pemerintahan Cromwell. Maka Cromwell segera diberi uang yang dijanjikan untuknya, persis seperti ketika Yahudi bersekongkol dengan tokoh-tokoh Yahudi untuk membunuh Nabi Musa as.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: