Biografi Salman Al-Farisi, Sahabat Ahli Strategi Perang dari Persia

 Biografi Salman Al-Farisi, Sahabat Ahli Strategi Perang dari Persia

Salman Al-Farisi dikenal sebagai sahabat Nabi ahli strategi perang berkat idenya membuat parit dalam upaya melindungi Kota Madinah saat perang Khandaq. Foto ilustrasi/dok Channel Youtube Kisah Teladan
Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu (wafat 35 Hijriyah), seorang sahabat Nabi yang berasal dari Persia. Nama panggilan Beliau adalah Abu Abdullah.

Salman Al-Farisi dikenal sebagai sahabat Nabi ahli strategi perang berkat idenya membuat parit dalam upaya melindungi Kota Madinah saat perang Khandaq. Beliau berasal dari Isfahan, Persia yang menganut ajaran Majusi.

Dalam perjalanannya, Salman menemukan Hidayah Islam yang dicarinya dengan susah payah. Dikisahkan, suatu hari ketika melakukan perjalanan, beliau bertemu dengan seorang Nasrani. Hingga saat itu juga Salman merasa ajaran Nasrani lebih menentramkan hatinya daripada agamanya dahulu. Dari situ Salman mulai penasaran tentang ajaran Nasrani dan bertanya pada penganut agama tersebut dari mana ajaran ini didapat.

Orang-orang kala itu menyebutkan jika ajaran mereka didapat dari Suriah. Salman akhirnya menempuh perjalanan ke wilayah itu hingga bertemu seorang pendeta. Namun ia justru kecewa karena menilai pendeta itu bukanlah orang yang baik.

Setelah pendeta itu wafat, muncullah seorang pendeta yang punya sifat baik datang menggantikannya. Dari pendeta itu, Salman diminta untuk menempuh ilmu di Irak demi memperdalam ilmu agamanya. Dari pendeta itu juga Salman Al-Farisi mendapat petuah, akan ada seorang Nabi baru muncul yang akan mengikuti agama Ibrahim yang lurus.

Nabi itu akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu hitam (Madinah).

Salman Al-Farisi Masuk Islam
Dari petuah itu Salman pergi ke jazirah Arab dan bekerja untuk seorang Yahudi di Madinah sebagai perawat kebun kurma. Seiring berjalannya waktu, Salman terus menunggu kedatangan Nabi yang dijanjikan itu.

Hingga pada suatu masa akhirnya muncullah sosok yang disebut-sebut sebagai Nabi di Madinah. Salman mulai mencari tahu tentang Nabi Muhammad ﷺ dan melihat apakah Beliau memiliki tanda kenabian yang disebutkan.

Setelah mengetahui jika sosok Rasulullah memang adalah Nabi terakhir yang disebutkan dalam Alkitab, akhirnya Salman Al-Farisi menangis karena telah sampai pada tujuan akhir perjalanannya. Salman pun mantap memeluk agama Islam.

Ahli Strategi Perang
Biografi Salman Al-Farisi, Sahabat Ahli Strategi Perang dari Persia

Usai masuk Islam, Salman memiliki jasa besar dalam Perang Khandaq. Kala itu, 24.000 orang prajurit di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn merangsek menuju Madinah. Salman Al-Farisi yang punya pengalaman perang yang luas lantas memberikan usul tentang starategi perang yang akan dipakai umat muslim.

Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka. Begitu menyaksikan parit terbentang di hadapannya, pasukan kafir Quraisy merasa terpukul. Hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, Salman terus mengabdikan dirinya kepada umat Islam dan memainkan peran penting dalam pengembangan komunitas Muslim. Beliau menjadi salah satu penasihat utama para khalifah, seperti Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Salman sendiri dikenal sebagai seorang yang sederhana, bahkan sering kali duduk di bawah naungan pohon sembari menganyam dan menjalin daun kurma untuk dijadikan bakul atau keranjang. Hingga sampai akhir hayatnya Salman Al-Farisi telah dihormati dalam sejarah Islam karena kesetiaan dan kontribusinya terhadap penyebaran ajaran Islam. Selain itu dirinya rela meninggalkan status dan hartanya hanya demi mencari agama yang direstui Allah.

(rhs)
Rizky Darmawan

No comments: