Kisah Israiliyyat: Allah Mengambil Tulang Iga Adam untuk Menciptakan Hawa

 Kisah Israiliyyat: Allah Mengambil Tulang Iga Adam untuk Menciptakan Hawa

Di saat Adam tertidur Allah mengambil tulang iganya sebelah kiri kemudian menciptakan Hawa. Ilustrasi: Ist
Kisah Israiliyyat disampaikan Ibnu Katsir saat menafsirkan al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 35. Allah SWT berfirman:

وَقُلۡنَا يٰٓـاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ

Wa qulnaa yaaa Aadamus kun anta wa zawjukal jannata wa kulaa minhaa raghadan haisu shi'tumaa wa laa taqabaa haazihish shajarata fatakuunaa minaz zaalimiin

Artinya: Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!" ( QS Al-Baqarah :35)


Ibnu Katsir dalam kitab "Tafsir Alqur’an al-Azim" menyampaikan riwayat dari Ibnu Ishaq berdasarkan keterangan dari ahli kitab yaitu kitab taurat dan dari kalangan ahlul ilmi dari Abdullah bin Abbas bahwa di saat Adam tertidur Allah mengambil tulang iganya sebelah kiri kemudian menciptakan Hawa.

Mengenai riwayat ini, Ibnu Katsir tidak memberikan penilaian apakah termasuk israiliyat yang sesuai dengan Islam atau tidak, dalam hal ini Ibnu Katsir tidak membenarkan dan tidak menyalahkan.

Hanya saja, setelah menyampaikan riwayat ini Ibnu Katsir juga menyampaikan riwayat as-Sa’di dari Abu Malik dan dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas juga dari Murrah dan juga dari Ibnu Mas’ud dan sejumlah sahabat yang lain, bahwa Hawa diciptakan dari tulang iga Adam.

Boleh jadi riwayat israiliyyat yang disampaikan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini posisinya hanya sebagai wawasan bukan sebagai dasar menafsirkan ayat karena ada riwayat lain yang lebih kuat yang beliau sampaikan.

Dalam menafsirkan ayat ini juga Ibnu Katsir menyampaikan riwayat israiliyyat terkait nama pohon yang Nabi Adam dilarang mendekatinya yaitu menurut orang yahudi pohon itu adalah pohon gandum. Namun di akhir penyampaian semua riwayat mengenai nama pohon itu, Ibnu Katsir memberikan keterangan bahwa pendapat yang benar mengenai hal ini bahwa Nabi Adam dilarang mendekati pohon tertentu dalam surga dan tidak diketahui nama pohon itu karena tidak ditemukan dalil dari al-Qur’an dan hadits shahih yang menyebutkan hal itu.

Itu berarti bahwa riwayat riwayat yang disampaikan mengenai nama pohonnya tidak ada yang shahih, lagi lagi menurut penulis riwayat israiliyat yang disampaikan Ibnu Katsir disini hanya sebagai wawasan bukan dasar penafsiran karena beliau menyampaikan pendapatnya sendiri.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: