Hadis yang Berkisah tentang Keterlibatan Perempuan dalam Pesta di Era Rasulullah SAW

Hadis yang Berkisah tentang Keterlibatan Perempuan dalam Pesta di Era Rasulullah SAW
Keterlibatan perempuan dalam pesta penyambutan bisa dilihat dalam hadis dari Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Ilustrasi: Ist
Pada zaman Nabi Muhammad SAW perempuan sudah ikut dalam sejumlah perayaan umum. Prof Dr Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Kebebasan Wanita" (Gema Insani Press, 1998) memberi contoh keikutsertaan perempuan dalam perta perkawinan , pesta hari raya dan pesta penyambutan.

Keikutsertaan perempuan ini dinukil Abdul Halim Abu Syuqqah dari hadis dalam sahih Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menceritakan hal-hal seperti itu.

Keterlibatan perempuan dalam pesta perkawinan diceritakan hadis dari Anas ra. Beliau berkisah: Nabi SAW melihat beberapa orang perempuan dan anak-anak datang dari suatu pesta perkawinan, lalu beliau memaksakan diri berdiri dan berkata: 'Ya Allah, kalian termasuk orang-orang yang paling aku senangi.' Ucapan tersebut beliau ucapkan sebanyak tiga kali." (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya dari hadis Sahal ra berkata: "Ketika Abu Usaid as-Sa'idiy menjadi pengantin, dia mengundang Nabi SAW beserta sahabat-sahabat beliau. Tidak ada yang membuat makanan dan menghidangkannya kepada mereka selain istrinya, Ummu Usaid.

Dia telah merendam beberapa biji kurma dalam satu bejana yang terbuat dan batu pada malam harinya. Setelah Nabi SAW selesai makan, Ummu Usaid mengaduk kurma tersebut hingga hancur, lalu menuangkannya khusus untuk Nabi SAW sebagai penghormatan bagi beliau." (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya keterlibatan perempuan dalam pesta hari raya. Athiyyah ra berkata: "... kami diperintahkan supaya keluar pada hari raya, sehingga kami mengeluarkan gadis-gadis perawan dari pingitannya dan mengeluarkan wanita-wanita haid. Mereka berada di belakang orang banyak, ikut bertakbir dan berdoa bersama yang lainnya karena mengharapkan berkah dan kesucian han tersebut."

Menurut satu riwayat: "Supaya mereka bisa ikut menyaksikan kebaikan dan mendengarkan seruan (dakwah) orang-orang mukmin." (HR Bukhari dan Muslim)

Aisyah r.a. berkata: "... Pada hari raya orang-orang berkulit hitam bermain perisai dan tombak. Entah aku yang meminta atau barangkali Nabi sendiri yang berkata padaku: 'Apakah engkau ingin melihatnya?' Aku jawab: 'Ya.' Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya, dan pipiku menempel pada pipi beliau. Beliau berkata, "Minggirlah, wahai Bani Arfidah!' Akhirnya aku bosan menonton. Nabi SAW berkata: 'Bagaimana, sudah cukup?' Aku jawab: 'Ya.' Nabi SAW berkata: 'Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan keterlibatan perempuan dalam pesta penyambutan bisa dilihat dalam hadis dari Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Beliau berkata:

"Kami tiba di Madinah pada malam hari hijrah ... lalu kaum laki-laki dan wanita naik ke atas rumah-rumah mereka, sedangkan anak-anak dan para pelayan bertebaran di jalan-jalan sambil berseru: 'Wahai Muhammad Rasulullah, wahai Muhammad Rasulullah.'" (HR Muslim)

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: