Biografi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan Keistimewaannya (1): Penghulu Para Wanita

Biografi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan Keistimewaannya (1): Penghulu Para Wanita
Sayyidah Khadijah bin Khuwailid radhiyallahu anha adalah penghulu para wanita dan salah satu empat perempuan mulia di dunia sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW. Foto/ilustrasi
Biografi Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah binti Khuwailid (خَدِيجَة بِنْت خُوَيْلِد) penting kita ketahui untuk menambah kecintaan kita kepada keluarga Nabi dan orang-orang saleh. Beliau adalah penghulu para wanita dan sosok perempuan paling dicintai Rasulullah ﷺ.

Dalam Hadis disebutkan bahwa Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha termasuk di antara empat perempuan mulia di dunia sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: "Perempuan termulia di dunia ada empat, yaitu Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir'aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad ﷺ." (HR Ahmad)

Biografi Sayyidah Khadijah bisa diketahui dari Sirah beliau. Rasulullah ﷺ pernah mengungkapkan rasa bangganya ketika bisa hidup bersama Sayyidah Khadijah dengan ungkapan yang sangat indah:

إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا

"Aku telah diberi rezeki dengan cintanya." (HR Muslim)

Riwayat Hidup
Sayyidah Khadijah binti Khuwailid adalah perempuan Quraisy paling mulia dan terhormat, sangat kaya dan dermawan. Beliau lahir dari keluarga terhormat dengan nasab mulia pada 15 Tahun sebelum Tahun Gajah atau sekitar 68 tahun sebelum Hijrah. Nama lengkap beliau, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid bin As'ad bin Abdul Uzza bin Qushay. Sayyidah Khadijah Al-Kubro adalah sosok perempuan yang tetap hidup di hati Rasulullah hingga beliau wafat.

Menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ
Sebelum kedatangan Islam, Sayyidah Khadijah dijuluki Ratu Makkah dan Ratu Quraisy. Beliau juga disebut at-Thahirah, yaitu yang bersih dan suci. Beliau sangat istimewa hingga Allah memilihnya sebagai istri Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Ulama berbeda pendapat tentang usia Khadijah saat menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ. Pendapat pertama yang masyhur menyebut usia 40 tahun. Pendapat kedua umur beliau kala itu 28 tahun. Al-Baihaqi dari Al-Hakim menyebut umurnya saat menikah adalah 35 tahun. Dan ada yang mengatakan 25 tahun. Wallahu A'lam.

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah, satu-satunya pernikahan paling berkah di dunia adalah pernikahan dua sosok manusia terpuji, Muhammad bin Abdillah dan Khadijah binti Khuwailid. Kala itu, Rasulullah ﷺ belum diangkat menjadi Nabi. Saat pernikahan itu, Khadijah mengadakan jamuan buat semua orang, mulai dari yang paling kaya sampai yang paling miskin.

Kepada orang-orang miskin, Sayyidah Khadijah memberikan beberapa keping uang emas dan perak serta pakaian. Kepada para janda, Khadijah menyumbangkan kebutuhan hidup yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Anak-anak
Sayyidah Khadijah melahirkan dua anak laki-laki, yaitu Qasim dan Abdullah serta empat anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fathimah Az-Zahra. Semua putra dan putri beliau lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah.

Wafat

Sayyidah Khadijah wafat pada 11 Ramadhan Tahun ke-10 kenabian pada usia 65 tahun. Hari itu adalah momen yang tidak dilupakan Baginda Rasulullah ﷺ apalagi beliau istri tercinta yang banyak berjasa kepada Nabi dan Islam. Sayyidah Khadijah wafat ketika Rasulullah berusia sekitar 50 tahun atau tiga tahun sebelum Hijrah ke Madinah. Sayyidah Khadijah dimakamkan di pemakaman Ma'la di sebelah Timur Masjidilharam Makkah.

Keistimewaan
Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menceritakan beberapa keistimewaan Sayyidah Khadijah dalam satu kajiannya. Berikut di antara keistimewaannya:

1. Paling Tinggi Nasabnya, Banyak Hartanya, Baik Budi Pekertinya
Sayyidah Khadijah tak hanya dikenal sebagai perempuan kaya yang mulia nasbanya. Beliau juga sangat terkenal kecantikannya. Hampir semua laki-laki berusaha untuk merebut hatinya, hingga Allah memilih beliau untuk menjadi pendamping pertama yang menemani dan menyokong dakwah Nabi. [Bidayah wa Nihayah (3/463)]

Zubeir bin Bakar berkata: "Beliau adalah wanita yang di masa jahiliyah dijuluki dengan wanita suci." [Umdatul Qari (16/277)]

Adz Dzahabi berkata: "Beliau adalah penghulunya para wanita di zamannya." [Siyar A'lam Nubala (2/109)]

(Bersambung)!

(rhs)
Rusman Hidayat Siregar

No comments: