Berdebat, Hakim Dibuat Mati Kutu oleh Abu Nawas

Berdebat, Hakim Dibuat Mati Kutu oleh Abu Nawas
Ilustrasi/matematrik
TATKALA Abu Nawas belum dikenal secara akrab oleh Baginda Raja, ia sudah top di kalangan khalayak ramai sebagai seorang cerdik pandai. Selain cerdik dan kocak, Abu Nawas juga sering membuat lawan bicaranya mati kutu. Nasib seperti itu pernah dialami seorang hakim kota yang mencoba menghina Abu Nawas. 

Suatu ketika Abu Nawas berbincang-bincang dengan hakim kota. Seperti umumnya cendekiawan masa itu, hakim kota sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim ini membuka percakapan secara meyakinkan, "Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika..."

Abu Nawas langsung menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan." 

Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?"

Abu Nawas menjawab seketika, "Tentu, saya memilih kekayaan."


Hakim membalas sinis, "Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?" 

Abu Nawas balik bertanya, "Kalau pilihan Anda sendiri?"

Hakim menjawab tegas, "Tentu, saya memilih kebijaksanaan."



Abu Nawas menutup pembicaraan dengan mengatakan, "Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya."

Sang hakim seperti kena pukulan telak. Ia jengah. Raut wajahnya merah padam. Selanjutnya Abu Nawas mengangkat pantatnya dari kursi. Ia pamit pergi meninggalkan hakim yang mati kutu itu. 
(mhy)Miftah H. Yusufpati

No comments: