Surat Adolf Hitler Sebelum Membunuh Diri

“Hanya paling singkat abang berada disamping Adinda yg Abang cintai.Nafas abang menjelang padam dan abang rasai jiwa abang begitu tipis,begitu manis.Abang satu-satunya manusia dibenarkan utk menghadap Maut ketika Waktu Indah.Abang sudahpun memutuskan segala-galanya dan akan bermohon kudus kepada Manusia yg abang lukai,lupalah abang.
Bundaku
Ananda mencintai bunda sepenuh hati,ananda kecup tangan bunda dan do’akan restu bahagialah hendaknya.Bergembiraralah wahai ibuku yg dikasihi.
Ayahanda
ketahuilah,waktu ini sungguh singkat bagi ananda mengadap maut demi utk kpentingan generasi akan datang.
Musuhku,
Aku berdo’a Dirgahayu dan selamat Sejahtera.Ikutilah jalan yg benar demi kepentingan bangsa.Taatilah Ibu dan Bapak,.cintailah mereka seperti Aku tleah mencintainya.
Negaraku,
Kau bumi yg Indah permai.Betapakah penghargaan utk apa yg telah Engkau berikan padaku.
Tanah airku yg Indah Permai ! Hari ini aku mengucapkan selamat tinggal.sekarang dalam bulan Mei,kami berempat dalam kamar ini,kami hanya menanti saat terakhir menyampaikan perpisahan Untuk selama-lamanya.
Aku akan mendapatkan Kau tanah Airku ditengah-tengah asap hitam dan merah sebagai Kabus-kabus dan aku hanya menunggu kau di bangku dalam taman bunga.rohku tetap berada dismping kau.Aku akn membangunkanmu di waktu pagi dan ketawa.Aku akan menggembirakan kau dgn bintang-bintang mengerlip di waktu malam.Lanjutkan cinta Abadi di mayapada ini.Aku bersyukur padamu lantaran Budi yg telah kau sembahkan padaku.
Ayah,Ibu,dan adik-adikku yg genit,jiwaku bergelora dgn pancaran cinta utk kau yg tidak akan menjelang harapan dengan kegairahan.Aku kirim pada Kau dengan kenangan-kenangan manis dan terimalah perpisahanku ini.”
29 april 1945
Di Tulis sebelum membunuh diri dengan kedua orang temannya dan isterinya Eva Broun.
Dia menganggap Jerman dipilih Tuhan untuk memerintah dunia, Dan berhasrat untuk menghapuskan keturunan Yahudi

Sumber : Majalah Mastika Edisi November 1971

No comments: