Prof. Dr. Kahar Muzakkir dan Dukungan Aktif Indonesia terhadap Palestina

 

Koran Ad-Dustur Yordania pada tanggal 18 September 1967. Insert: Prof. Dr. Kahar Muzakkir

Prof. Kahar Muzakkir di Muktamar Islam Sedunia di Amman, Yordania tahun 1967 telah memperjuangkan pembebasan Palestina dari penjajah ‘Israel’

PADA tahun 1967, Prof. Kahar Muzakkir menghadiri Muktamar Islam Sedunia di Amman, Yordania, yang menjadi bagian dari tonggak penting dalam sejarah perjuangan Palestina.

Koran Ad-Dustur Yordania pada tanggal 18 September 1967 melaporkan wawancara dengan Prof. Kahar Muzakkir, yang mengungkapkan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Prof. Kahar Muzakkir, yang merupakan dekan Fakultas Hukum dan Guru Besar Syariah Islam di Universitas Islam di Jakarta, Indonesia, menjadi sorotan di antara peserta konferensi karena kepeduliannya yang mendalam terhadap masalah Palestina.

Koran Ad-Dustur Yordania pada tanggal 18 September 1967 melaporkan wawancara dengan Prof. Kahar Muzakkir

Dalam wawancara tersebut, Prof. Kahar Muzakkir menegaskan pentingnya dukungan internasional untuk hak-hak Muslim di Yerusalem, terutama terkait dengan Masjid Al-Aqsha.

Dalam pernyataannya, Prof. Kahar Muzakkir mengungkapkan bahwa ini bukanlah kunjungan pertamanya ke Yordania. Dia telah mengunjungi Palestina pada tahun 1930, di mana dia memberikan kesaksian tentang hak-hak Muslim di hadapan komite khusus yang dikirim oleh Liga Bangsa-Bangsa.

Pada saat itu, Prof. Kahar Muzakkir dengan tegas menolak klaim Yahudi terhadap Tembok Ratapan, menyatakan bahwa situs-situs suci tersebut merupakan milik umat Islam selama berabad-abad.

Selain itu, Prof. Kahar Muzakkir menyoroti serangkaian tindakan Israel yang merusak dan menghancurkan lingkungan sekitar Masjid Al-Aqsha, yang menjadi titik fokus perhatian internasional. Dia mengecam tindakan tersebut sebagai bagian dari konspirasi yang direncanakan oleh ‘Israel’ sejak tahun 1920.

Dalam konteks dukungan Indonesia terhadap Palestina, Prof. Kahar Muzakkir menegaskan bahwa rakyat Indonesia menganggap masalah Palestina sebagai masalah mereka sendiri.

Pemerintah Indonesia telah secara resmi mengeluarkan kebijakan yang mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk agresi ‘Israel; terhadap wilayah Palestina.

Prof. Kahar Muzakkir juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bersatu dalam mendukung perjuangan Palestina. Dia menyatakan bahwa solusi terbaik untuk mengatasi agresi Israel adalah dengan mempertimbangkan opsi militer.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa upaya diplomatik dan politik tetap penting dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Melalui wawancara ini, Prof. Kahar Muzakkir tidak hanya menyuarakan dukungan Indonesia terhadap Palestina, tetapi juga mengingatkan dunia internasional tentang pentingnya menjaga hak-hak Muslim di Yerusalem.

Dengan dukungan yang kuat dari negara-negara Islam dan komunitas internasional, diharapkan bahwa perjuangan Palestina akan mendapatkan keadilan yang layak dan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.*/Mahmud Budi Setiawan

No comments: