Tata Cara Mandi Wajib dan 3 Hal yang Harus Diperhatikan


Tata Cara Mandi Wajib dan 3 Hal yang Harus Diperhatikan
Salah satu syarat sah mandi wajib adalah harus meratakan (mengguyurkan) air ke seluruh tubuh. Foto ilustrasi/Ist
Tata cara mandi wajib perlu diketahui setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh. Mandi wajib (mandi janabah) adalah perintah syariat untuk mensucikan diri dari hadas besar.

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berhadas besar dan diwajibkan untuk melakukan mandi wajib, yaitu:
1. Keluar mani
2. Bertemunya dua kemaluan
3. Keluarnya darah haidh
4. Keluarnya darah nifas.
5. Melahirkan
6. Meninggal dunia.

Pengajar Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir menyebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan yang menjadi syarat sah mandi wajib, di antaranya:
1. Niat (cukup dalam hati).
2. Menghilangkan najis yang melekat di badan.
3. Meratakan (mengguyurkan) air ke seluruh tubuh.

Berikut Tata Cara Mandi Wajib
1. Dimulai dengan membaca Basmalah lalu berniat dengan lafaz: Nawaitul Ghusla Lirof'il Hadatsil Akbari Minal Jinabati Fardhon Lillahi Ta'ala. Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala. Disunnahkan menghadap ke Kiblat.

2. Mencuci tangan sebanyak tiga kali sebelum dimasukkan ke bejana atau sebelum mandi.

3. Mencuci kemaluan untuk menghilangkan najis baik depan maupun belakang. Karena mungkin saja ada bekas mani di sekitar kemaluan depan, atau mungkin sebelum mandi melakukan aktivitas BAB terlebih dahulu sehingga harus dibersihkan. Terlebih bagi perempuan yang mandi setelah haidh atau nifas, dianjurkan untuk membersihkan sisa-sisa najis dengan sabun atau sejenisnya.

4. Berwudhu seperti wudhu sholat. Hanya saja ada sedikit perbedaan di antara para ulama, apakah membasuh kakinya didahulukan atau diakhirkan setelah selesai mandi.

5. Mengambil air lalu meggosokkan jari-jari ke sela-sela rambut hingga mengenai kulit kepala dan jenggot (bagi yang ada). Ini untuk memastikan bahwa tidak ada bagian tubuh yang tidak terkena air.

6. Membasuh kepala tiga kali, agar dipastikan bahwa semua rambut dan kulit kepala terkena air.

7. Lalu meratakan air ke seluruh tubuh sambil menggosokkan tangan ke semua badan, dan dimulai dari sebelah kanan sebanyak tiga kali.

8. Pindah dari tempat berdiri, lalu kemudian membasuh kedua kaki. Karena dikhawatirkan bagian dalam telapak kaki tidak terkena air.

Sumber Rujukan:

1. Dari 'Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa jika Nabi mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya. Kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR Al-Bukhari No 248 dan Muslim No 316)

2. Dari Ibnu 'Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, "Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah SAW. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda)." (HR Al-Bukhari No 265 dan Muslim No 317)

3. 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Al-Bukhari No 168 dan Muslim No 268)

(rhs)Rusman H Siregar

No comments: