Surat Al-Lahab Ayat 1-5: Ummu Jamil Membawa Kayu untuk Membakar Suaminya

Surat Al-Lahab Ayat 1-5: Ummu Jamil Membawa Kayu untuk Membakar Suaminya
Ummu Jamil memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya agar api yang membakarnya bertambah besar. Ilustrasi: SINDOnews
Berikut ini adalah tafsir Surat Al-Lahab ayat 1-4 menurut Ibnu Katsir . Allah SWT berfirman:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab (Al-Lahab: 1). Yakni merugi, kecewa, dan sesatlah (sia-sialah) amal perbuatan dan usahanya.

وَتَبَّ

dan sesungguhnya dia akan binasa (Al-Lahab: 1). Yaitu sesungguhnya dia celaka dan telah nyata merugi dan binasa.

Firman Allah SWT:

مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan. (Al-Lahab: 2)

Menurut Ibnu Katsir, Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah SWT: dan apa yang ia usahakan ( Al-Lahab : 2). Maksudnya, anaknya. Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Aisyah, Mujahid, Ata, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa ketika Rasulullah SAW menyeru kaumnya kepada iman. Abu Lahab berkata, "Jika apa yang dikatakan oleh keponakanku ini benar, maka sesungguhnya aku akan menebus diriku kelak di hari kiamat dari azab dengan harta dan anak-anakku." Maka turunlah firman Allah SWT: Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan". (Al-Lahab: 2)

Adapun firman Allah SWT:

سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (Al-Lahab: 3)

Yakni neraka yang apinya berbunga, menyala dengan hebatnya, dan sangat membakar.

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar. (Al-Lahab: 4)

Istri Abu Lahab dari kalangan wanita Quraisy yang terhormat dan termasuk pemimpin kaum wanitanya bernama Ummu Jamil, nama aslinya ialah Arwah binti Harb ibnu Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan.

Dia membantu suaminya dalam kekufuran dan keingkarannya terhadap perkara hak yang dibawa oleh Nabi SAW. Karena itulah maka kelak di hari kiamat ia menjadi pembantu yang mengazabnya dalam di neraka Jahanam. Di dalam firman berikutnya disebutkan:

حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab: 4-5)

Yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya agar api yang membakarnya bertambah besar; istrinya memang diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya.

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab: 5)

Menurut Mujahid dan Urwah, makna yang dimaksud ialah berupa api neraka. Diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Sauri, dan As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya: pembawa kayu bakar. (Al-Lahab: 4) Bahwa istri Abu Lahab gemar berjalan menghamburkan fitnah (hasutan). Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: