Imam Chirri: Begini Gambaran Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Tuhan

 Imam Chirri: Begini Gambaran Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Tuhan

Imam Mohammad Jawad Chirri. Foto/Ilustrasi: Historic Images

Imam Muhammad Jawad Chirri antara lain mengutip ayat tersebut tatkala menjelaskan bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan para nabi dalam dialog dengan Prof Dr Wilson H. Guertin sebagaimana dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).

Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon. Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Menjelaskan ayat tersebut, Imam Chirri menuturkan bahwa itu adalah tindakan Ibrahim yang luar biasa, untuk meninggalkan anak yang pertamanya di padang pasir Arab di mana tidak ada buah-buahan, air dan kota.

Tetapi dia mempunyai dua tujuan untuk mencapai, dan masing-masing cukup besar untuk membuat Ibrahim berkeinginan menghancurkan pengorbanan yang demikian dan berikhtiar sekuat-kuatnya.

Yang pertama dari dua tujuan itu ialah;

Mendirikan Rumah Suci dan menyerahkan untuk mesjid itu anaknya sebagai wali yang akan menyembah Tuhan, menghantarkan kebaktian sesuai dengan Agama Tuhan yang benar, dan mengajarkan anak-anaknya dan masyarakat prinsip-prinsip yang benar. Oleh karena itu Ibrahim tidak hanya meluaskan kepercayaannya, tetapi juga membuat kelangsungan dari kepercayaan itu lebih meyakinkan.

Ketidak-berhasilan Ishak di dalam tugas keagamaan ini, kepercayaan akan dilanjutkan melalui anak-anak Ismail di Arabia.

Dari Kitab Suci Al-Qur'an:

"Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku menempatkan sebagian dari turunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman, di dekat Rumah SuciMu.

Wahai Tuhan kami, supaya mereka tetap mengerjakan sembahyang; sebab itu, jadikanlah hati manusia tertarik kepada mereka, dan berilah buah-buahan, menjadi rizki mereka, mudah-mudahan mereka berterima.kasih." QS 14 : 37.

Kita tidak mengetahui keluasan dari pertumbuhan kepercayaan lbrahim di tanah Arab. Sejarah tidak menerangkan pada kita dengan jelas keadaan keagamaan di negara Arab selama periode yang panjang (lama), dari masa Ibrahim sampai akhir abad ke lima tarikh Kristen.

Pada abad ke-enam kita temui sebagian besar orang-orang Arab menyembah berhala, tetapi meskipun demikian, kita temui pada waktu yang sama, beberapa upacara-upacara dan pelaksanaan yang dapat dihubungkan hanya dengan ajaran Ibrahim.

Ziarah ke Rumah Suci di Makkah dan Sunnat (Chatan diselenggarakan dan dilakukan oleh seluruh suku Arab yang bukan Kristen.

Sepanjang upacara-upacara dan pelaksanaan-pelaksanaan ini, kita temui sebagian kecil di antara orang-orang Arab, percaya pada Tuhan, menyembahNya, dan menolak menyembah patung.

Tujuan Ibrahim kedua adalah menyiapkan anak-anak Ismail dan bangsa yang disatukan, untuk dijayakan masa depannya, dan rakyat yang berbicara bahasa Arab akan diperkenankan dan dihormati dengan hadirnya Nabi terakhir di antara mereka, bila mereka siap untuk menerima pesannya yang besar dan meluaskan kata-kata Tuhan ini ke seluruh dunia.

Dari Kitab Suci Al-Qur'an:

"Dan ketika Ibrahim dan Ismail meninggikan azas rumah (Baitullah) itu keduanya berkata: Tuhan kami Terimalah kami, sesungguhnva Engkau Maha Mendengar dan Maha Tahu.

Tuhan kami, jadikanlah kami berdua menjadi orang yang patuh kepada Engkau, dan jadikanlah keturunan kami umat yang patuh juga kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepada kami jalan, serta ampunilah kami sesungguhnya Engkau Penerima Taubat dan Penyayang.

Tuhan Kami! Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari golongan mereka, yang akan membacakan kepada mereka keterangan-keterangan Engkau, dan mengajarkan Kitab dan kebijaksanaan kepada mereka dan menyucikan mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Bijaksana." QS 2 : 127-129.

Permintaan Nabi Ibrahim itu dijawab, dan pada abad ketujuh A.D. permintaan ini telah dijawab.

Nabi yang diharapkan telah tiba dengan suatu cara yang belum pernah didapati sebelumnya dengan penunjukkan yang sanggup mendukung kebenaran, melindungi kebutuhan kebebasan-kebebasan dan membuka jalan untuk azas-azas yang baik.

Ini adalah cara menggunakan akal (logika) sebagai maksud utama untuk meyakinkan dan menunjukkan kepada setiap orang yang mengancam kebebasan-kebebasan yang suci itu.

Ya, di abad ke-tujuh dunia diberkati dengan hadirnya Nabi yang terakhir dengan seluruh umat, yaitu Nabi Muhammad, yang timbul dari mereka, pusat negera Arab, untuk menerangi Timur dan Barat.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: