Profil dan Biografi Aisyah binti Abu Bakar, Istri Nabi Muhammad SAW yang Banyak Julukan

Profil dan Biografi Aisyah binti Abu Bakar, Istri Nabi Muhammad SAW yang Banyak Julukan
Aisyah merupakan putri Abu Bakar As-Shidiq dalam pernikahannya dengan Ummi Ruman. Ilustrasi: Ist
Aisyah binti Abu Bakar merupakan istri Nabi Muhammad SAW . Beliau adalah putri dari sahabat yang paling dicintai Rasulullah, yaitu Abu Bakar As-Shidiq .

Aisyah memiliki pengaruh besar bagi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Sebagai istri, ia selalu mendukung keteguhan hati Rasulullah dalam usahanya mensyiarkan Islam.

Lantas, seperti apakah sebenarnya sosok Aisyah binti Abu Bakar ini? Untuk mengenalnya lebih jauh, simak ulasannya berikut.


Gadis yang Pintar

Aisyah merupakan putri Abu Bakar As-Shidiq dalam pernikahannya dengan Ummi Ruman. Terkait tahun kelahirannya, Aisyah diperkirakan sudah lahir di Makkah pada 614 Masehi atau sekitar delapan tahun sebelum Hijrah.

Kedua orang tua Aisyah sudah memeluk agama Islam dan meyakini ajaran yang dibawakan Nabi Muhammad SAW, sejak Aisyah masih belia. Bahkan, Abu Bakar sendiri termasuk Assabiqunal Awwalun atau orang paling awal yang masuk Islam.

Aisyah tumbuh sebagai gadis yang pintar. Ia mudah mengingat hal-hal baru, termasuk hadis-hadis yang didengarnya dari Nabi Muhammad SAW.

Saat Rasulullah hijrah ke Madinah, Aisyah yang masih belia bahkan bisa memahami dengan baik peristiwa bersejarah tersebut. Menariknya, bahkan tidak ada sahabat Nabi yang lebih lengkap ceritanya tentang peristiwa hijrah itu dibandingkan Aisyah sendiri.

Menikah dengan Rasulullah SAW

Sayyidah Aisyah menjadi istri ketiga Nabi Muhammad SAW yang dinikahi setelah wafatnya Khadijah. Meski masih berusia sangat muda ketika dinikahi Rasulullah, Aisyah tetap bisa menyesuaikan diri dengan tugas barunya.

Terkait waktu pernikahannya, terdapat beberapa perbedaan. Salah satunya menyebutkan Aisyah menikah dengan Rasulullah SAW ketika berumur 6 tahun.

Hal itu berdasarkan sebuah hadis bahwasannya Aisyah berkata:

تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ ، وبنى بي وأنا بنت تسع سنين

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia 6 tahun. Dan beliau kumpul bersamaku ketika aku berusia 9 tahun.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kemudian, ada juga menurut Abbas Mahmud Aqqad dalam “aṣ-Ṣiddīqah Binti aṣ-Ṣiddīq” yang menyebutkan umur Aisyah ketika berbulan madu dengan Nabi SAW tidak kurang dari 12 tahun dan tak lebih dari 15 tahun. Sumber ini dikuatkan dengan riwayat Ibnu Sa’ad yang menerangkan bahwa Siti Aisyah dilamar pada usia 9 tahun dan bulan madu pada usia sudah baligh (15 tahun).

Lebih jauh, Aisyah juga menjadi satu-satunya perempuan yang dinikahi Rasulullah dalam keadaan masih gadis. Pada kehidupan rumah tangga, Nabi Muhammad dengan Aisyah tidak memiliki anak kandung.

Berbagai Julukan Aisyah

Sayyidah Aisyah memiliki sejumlah julukan yang tersemat kepadanya, selain Ummul Mukminin atau ibunda para kaum mukmin. Selain itu, ada juga gelar berupa Ash-Shiddiqah. Adapun arti dari gelar tersebut adalah ‘wanita yang membenarkan’.

Kemudian, Aisyah pernah mendapat panggilan Al-Humaira. Panggilan tersebut biasa disematkan kepada perempuan yang pipinya terlihat kemerah-merahan.

Berbagai keistimewaan dimiliki Aisyah binti Abu Bakar. Pertama, bisa disebutkan bahwa ia menjadi orang yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.

Suatu ketika, Amr bin Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR Bukhari (3662) dan Muslim (2384)).

Kemudian, kesucian Aisyah juga diakui Allah SWT dari atas langit ketujuh. Malaikat telah menampakkan Aisyah selama tiga malam berturut-turut kepada Rasulullah sebelum beliau menikahinya. Hal tersebut sebagaimana sabda Beliau SAW:

رأيتُك في المنام ثلاث ليال ، جاء بك الملك في سرقة من حرير، فيقول : هذه امرأتك فأكشف عن وجهك فإذا أنت فيه، فأقول : إن يك هذا من عند الله يُمضه

“Aku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu berkata, ‘Ini adalah istrimu’. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, ‘Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Akhir Hayat

Aisyah binti Abu Bakar wafat saat era Muawiyah, kurang lebih sekitar 678 Masehi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Aisyah wafat dalam usia 67 tahun. Setelahnya, ia dimakamkan di Baqi’.

Demikian ulasan mengenai profil dan biografi Aisyah binti Abu Bakar yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.
(mhy)
Lutfan Faizi

No comments: