Perbedaan Kisah Nabi Muhammad dengan Nabi Musa Ketika Bertemu Allah SWT

 Perbedaan Kisah Nabi Muhammad dengan Nabi Musa Ketika Bertemu Allah SWT

Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS adalah dua rasul yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT, keduanya termasuk ulul azmi., namun dalam perjumpaannya dengan Allah SWT memiliki kisah yang berbeda. Foto ilustrasi/ist
Kisah Nabi Muhammad bertemu dengan Allah SWT wajib diimani oleh kita semua sebagai umat Islam. Meskipun ada sebuah peristiwa yang berbeda dengan kisah Nabi Musa ketika bertemu dengan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS adalah dua rasul yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Keduanya juga memiliki banyak kesamaan, seperti keduanya termasuk ulul azmi.

keduanya mendapat wahyu berupa kitab suci (Al-Qur’an dan Taurat), dan keduanya memiliki umat yang besar dan beragam. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan, terutama dalam hal pengalaman bertemu Allah SWT secara langsung.

Perbedaan Kisah Nabi Muhammad dengan Nabi Musa Ketika Bertemu Allah SWT

Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT secara langsung pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit-langit dan Sidratul Muntaha, tempat yang paling dekat dengan Allah SWT.

Di sana, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menegakkan shalat lima waktu, serta berbagai karunia dan rahasia lainnya. Nabi Muhammad SAW juga mendapat kesempatan untuk melihat wajah Allah SWT.

Dalam sebuah cerita yang sulit dilogika, Malaikat Jibril kala itu tidak mampu untuk melihat keagungan Allah SWT. Bahkan seketika ruh Jibril menyusut, mengecil menjadi seukuran burung pipit.

Dengan begitu, Nabi Muhammad pun bertemu Allah SWT sendirian dan saling sapa dan salam pun terjadi. Allah memerintahkan umat Nabi Muhammad untuk melaksanakan salat sebanyak lima puluh waktu dalam sehari semalam.

Dari dialog tersebut sempat terjadi negosiasi yang dilakukan oleh Nabi. pada akhirnya, kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad pun akhirnya lima waktu saja dalam semalam.

Sementara Nabi Musa AS tidak bertemu Allah SWT secara langsung melainkan hanya berdialog saja. Namun Nabi Musa pun pernah meminta untuk bertemu dengan Allah karena sangat rindu dan cinta kepadaNYA.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang cerita tersebut, kita bisa menukil sendiri salah satu ayat dalam Al Quran, tepatnya surah Al-Araf ayat 143 yang berbunyi:

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُر إِلَيكَ قَالَ لَن تَرَىٰنِي وَلَٰكِنِ ٱنظُر إِلَى ٱلجَبَلِ فَإِنِ ٱستَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوفَ تَرَىٰنِي فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكّا وَخَرَّ مُوسَىٰ ‌صَعِقا فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبحَٰنَكَ تُبتُ إِلَيكَ وَأَنَا أَوَّلُ ٱلمُؤمِنِينَ ١٤٣

Ayat di atas bercerita mengenai permintaan Nabi Musa untuk bisa melihat Allah. Allah pun menegaskan jika Nabi Musa tidak akan mampu untuk melihat-Nya. Namun, karena Nabi Musa masih ngeyel dan akhirnya Allah pun mengizinkannya dengan memerintah Nabi Musa untuk melihat ke arah gunung.

Namun ketika Allah mulai menampakkan cahaya-NYA, sontak seketika gunung yang berukuran besar tersebut langsung hancur menjadi debu. Gunung sebesar itu pun tidak mampu melihat kebesaran Allah SWT.

Nabi Musa pun terlihat pingsan setelah melihat hancurnya gunung besar ketika diperlihatkan Allah SWT. kemudian Nabi Musa pun bertaubat kepada Alla dan meyakini kebesaran-NYA.

Wallahu A'lam
(wid)
Amien Nulloh Ibrohim

No comments: