Kisah Manat: Sesembahan Orang Madinah dan Syam Zaman Jahiliah

 Kisah Manat: Sesembahan Orang Madinah dan Syam Zaman Jahiliah

Manat diperuntukan untuk suku Aus dan Khazraj dan Ghassan dari al-Azd. Ilustrasi: Ist
Ada sebuah riwayat yang disebutkan dalam kitab Akhbaru Makkah karangan Abul Walid al-Azraqi dengan sanad yang hasan sampai kepada Ibnu Ishaq, beliau mengatakan:

"Manat berada di tepi pantai sebelah Qudaid. Berhala itulah yang dipergunakan untuk berhaji dan diagungkan oleh suku Azd dan Ghassan. Apabila mereka thawaf di Kakbah , meninggalkan Arafah dan selesai dari Mina, mereka tidak mencukur rambut kecuali di sisi Manat.

Mereka mempersembahkan baginya, dan barangsiapa yang memberi persembahan kepadanya maka tidak thawaf di antara Shafa dan Marwah karena kedudukan dua berhala yang berada di sana, Nahika Mujawidur Riih, dan Muth’imuth Thoir.

Dahulu daerah ini menyembah Manat. Manat diperuntukan untuk suku Aus dan Khazraj dan Ghassan dari al-Azd dan orang-orang yang beragama dengan agama mereka dari kalangan orang-orang Yatsrib dan Syam. Manat menghadap kearah tepi pantai dari sisi al-Musyallal di daerah Qudaid".

Lalu Rasulullah SAW mengutus Sa’id bin ‘Ubaid al-Asyhali untuk menghancurkan berhala Manat yang ada di al-Musyallal.

Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Pionir Kesyirikan" menyebutkan bahwa Amr bin Luhai adalah orang yang meletakkan berhala Manat pertama kali.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: