Tokoh Terbesar Freemasonry Saja Tak Tahu Seluruh Isi Konspirasi Yahudi

 Tokoh Terbesar Freemasonry Saja Tak Tahu Seluruh Isi Konspirasi Yahudi

Orang lain tidak boleh tahu, bahwa aneka peristiwa itu adalah untuk menguasai arah pikiran manusia untuk menentukan nasib mereka. Ilustrasi: al Jazeera
Surat yang ditulis oleh dedengkot Freemasonry , Giuseppe Mazzini (1805 – 1872), dan diberi komentar oleh para tokoh Yahudi telah diteliti beberapa pengamat tentang kerahasiaan tokoh-tokoh Konspirasi dan tujuannya.

"Mazzini sendiri sebagai tokoh terbesar pada masanya tidak mengetahui seluruh isi konspirasi itu," tulis Willian G. Carr dalam bukunya berjudul “Yahudi Menggenggam Dunia” (Pustaka Kautsar, 1993).

Berikut ini cuplikan dari surat Mazzini kepada pembantunya, seorang Yahudi bernama Dr Bright Nitschtain:

"Kami membentuk perkumpulan dengan menyebarkan anggota anggotanya ke seluruh pelosok bumi, dengan maksud untuk menyingkirkan setiap kendala yang menghalangi gerakan kami. Di situ terdapat tirai tersembunyi yang melilit setiap diri kami, dengan tak seorang pun yang mengetahui.

Meskipun lilitan tirai itu kami rasakan berat, namun kami tidak tahu siapa yang memasangnya, dan di mana tirai itu. Sungguh, rahasia dalam perkumpulan kami merupakan misteri besar."

Kardinal Carway Rodrigues dari kota Santiago Chili pernah menulis buku berjudul "Menyingkap Rahasia Freemasonry" yang menjelaskan, bagaimana sesepuh Yahudi Freemasonry.

la membeberkan sejumlah dokumen yang membuktikan, bahwa para tokoh Freemasonry golongan tingkat 32 dan 33 tidak mengetahui apa yang akan terjadi dalam Freemasonry yang lain, yang juga berada di bawah naungan Freemasonry, yang di situ terdapat kegiatan training bagi wanita-wanita kaki-tangan Konspirasi.

Di buku itu antara lain menjelaskan adanya dokumen penting, karena adanya hubungan dengan Adriano Lemi, yaitu penerus Mazzini yang dipilih oleh Jenderal Albert Pyke sendiri, untuk mengemban tugas gerakan pengacau internasional.

Dokumen tersebut menjelaskan, bahwa Adriano Lemi adalah mantan pendeta Yahudi sebelum bergabung dengan Jenderal Pyke. la siap untuk melaksanakan tugasnya, setelah mendapat indoktrinasi ideologi Konspirasi dari Jenderal Pyke.

Tujuan pembentukan organisasi rahasia dalam organisasi rahasia yang lain, dan terselubungnya rahasia Konspirasi dan ideologi Konspirasi disesuaikan dengan golongan pangkat para anggota jaringan yang membuat para pengamat dan sejarawan menjadi bingung dalam menganalisa tujuan dan hakikat Freemasonry itu.

"Adapun tujuan Konspirasi menurut para pengamat tentang peristiwa yang terjadi di dunia ini mengakibatkan berbagai macam rentetan pertikaian dunia yang tak kunjung berakhir," ujar Willian G. Carr.

Orang lain tidak boleh tahu, bahwa aneka peristiwa itu adalah untuk menguasai arah pikiran manusia untuk menentukan nasib mereka. Hakikat yang sebenarnya adalah tetap merupakan misteri di mata umum, sebagai akibat dari propaganda yang menyesatkan. Dan tidak mengetahui setengah dari hakikat yang sebenarnya jelas merupakan suatu bahaya. Dan apabila orang tidak tahu sama sekali, hal ini akan lebih berbahaya.

Menentukan nasib umat manusia dan menguasai pola pikirannya jelas merupakan salah satu tujuan pertikaian masa kini.

"Akan tetapi, tujuan ini hanyalah tujuan dasar sebagai tahap awal bagi Konspirasi Internasional.
Langkah berikutnya adalah garis yang sejak dulu sudah dirancang oleh kekuatan setan," demikian Willian G. Carr.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: