Penyebab Tanda Kiamat Waktu Terasa Kian Cepat

 Tanda Kiamat Waktu Terasa Kian Cepat, Ini Penyebabnya!

Syaikh Imran N Hosein menjelaskan penyebab waktu bergerak lebih cepat dalam perspektif spritual. Foto/RHS
Di antara tanda-tanda Kiamat yang dinubuwahkan Nabi Muhammad ﷺ, salah satunya waktu bergerak lebih cepat. Apa sebenarnya yang menyebabkan waktu terasa kian cepat?

Dalam buku "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern", Syaikh Imran N Hosein menjelaskan penyebab waktu bergerak lebih cepat dalam perspektif spritual. Berikut kabar Nubuwah yang disampaikan Rasulullah ﷺ dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ

Artinya: "Tidak akan tiba hari Kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma." (HR Ahmad, At-Tirmidzi)

Dalam riwayat lain disabdakan Nabi ﷺ (tentang tanda-tanda Kiamat): "Zaman terasa ringkas, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah (maksiat) dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak Al-haraj." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apa maksud Al-haraj?" Nabi menjawab: "Pembunuhan-pembunuhan." (HR Al-Bukhari 6537)

Beberapa ulama berpendapat tentang makna berdekatannya zaman yaitu sedikitnya keberkahan di dalam waktu. Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Fathul Baari: "Hal ini telah didapati pada zaman kita sekarang ini. Karena kita telah menjumpai cepatnya waktu berlalu yang tidak pernah kita temukan pada zaman sebelum kita."

Pandangan Syaikh Imran Hosein
Cendekiawan muslim asal Trinidad dan Tobago, Syaikh Imran N Hosein memberi pandangan tentang "waktu yang bergerak lebih cepat" sehingga satu tahun akan berlalu seperti sebulan, sebulan akan berlalu seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan api." Mengapa demikian?

Beliau menjelaskan bahwa persepsi waktu bergerak lebih cepat merupakan akibat dari hati yang tidak mengingat (berdzikir) pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Manusia keasyikan dengan kehidupan dunia yang menguasai hati secara eksklusif. Akibat dari kekosongan spiritual ini, sehingga orang akan membuat perjanjian bisnis satu sama lain dan hampir tidak ada orang yang akan memenuhi janjinya. Orang akan berkomentar tentang betapa cerdas, bijaksana dan teguh pendiriannya, sementara kenyataannya dia tidak memiliki iman (kepada Allah) di dalam hatinya walau sekecil biji sawi.

Nabi ﷺ juga mengingatkan bahwa godaan akan disajikan kepada hati manusia seperti tikar buluh yang dianyam jalinan demi jalinan. Dan setiap hati yang diresapi oleh godaan akan diberi tanda hitam di dalamnya.

Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa apa yang disebut "zaman kemajuan" ini memang merupakan tanda-tanda Hari Akhir. Ini adalah zaman sekularisme. Bahkan negara pun sekuler, begitu pula politik, ekonomi, pendidikan, pasar, media, olahraga, hiburan, dan lain-lain. Ruang makan dan kamar tidur saat ini pun sekuler.

Sekularisme dimulai dengan "tidak melibatkan Allah" dan memuncak dengan menyangkal keberadaan-Nya! Demikianlah sekularisme tak terelakkan mengarah pada materialisme yang membawa pada keserakahan, kebohongan, pergaulan bebas, kezaliman, penindasan, kehilangan akhlak, dan kehilangan fondasi agama. Dunia seperti itu tidak ingin repot-repot dengan hal-hal seperti mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apa arti mengingat? Ketika seorang pria mengingat di dalam hatinya wanita yang dia cintai, dia berbahagia karena aroma yang mempesona menyelimuti hatinya. Itu terjadi setiap saat! Ketika dia mendengar namanya disebutkan, hal yang sama terjadi. Itulah makna mengingat! Artinya, mengingat hanya mungkin terjadi bila ada cinta sejati.

Dan begitulah sesungguhnya ketika cinta kepada Allah meninggalkan hati maka "waktu" pun bergerak lebih cepat dan lebih cepat lagi. Oleh karena itu, jika ada cinta yang tulus kepada Allah sehingga kebenaran (Al-Haq) masuk dan menguasai hati, waktu akan bergerak lebih lambat dan lebih lambat, sampai kebenaran itu (Al-Haq) membawa kita ke alam "tanpa batas waktu."

Wallahu A'lam

(rhs)
Rusman Hidayat Siregar

No comments: