Pasukan Panji Hitam dari Khurasan Akan Bebaskan Palestina?

Pasukan Panji Hitam dari Khurasan Akan Bebaskan Palestina?
Pasukan yang membawa panji (bendera) hitam dari Khurasan diyakini akan membebaskan Palestina dari penindasan Israel. Foto ilustrasi/ist
Nubuwah mengabarkan bahwa pasukan muslim kelak akan muncul dari timur sebagai kekuatan yang tak terkalahkan. Pasukan yang membawa Panji hitam ini akan membebaskan Palestina dari penindasan Israel.

Benarkah pasukan panji hitam ini datang dari Khurasan? Mari kita simak penjelasan Syaikh Imran Nazar Hosein, ulama asal Trinidad dan Tobago dalam bukunya "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern".

Kita sudah menyaksikan bahwa Eropa sukses membantu kembalinya kaum Yahudi Israel ke Palestina setelah kehancuran Khilafah Turki Utsmaniyah pada 1924. Kini Palestina sedang digempur habis-habisan oleh Israel dibantu sekutunya Amerika dan Eropa.

Di tengah invasi Israel ini, warga Palestina tetap mempertahankan Tanah Airnya dibantu oleh pejuang Hamas yang terus berjihad melawan militer Zionis. Meski diserang dari berbagai penjuru, Palestina tetap berdiri tegak melawan penindasan Israel dan sekutunya.

Kehancuran Turki Utsmaniyah pada 1924 telah mengakibatkan penaklukan umat Islam ke dalam kontrol politik Eropa. Kontrol ini dimulai dengan Eropa kemudian dilanjutkan dengan Eropa baru yakni Amerika. Peradaban Islam tak hanya kacau-balau secara politik dan tradisi, tetapi juga mendekati keadaan perbudakan ekonomi melalui sistem Riba Eropa yang disamarkan sebagai kapitalisme.

Eropa telah berhasil 'membebaskan' Palestina dari kekuasaan Muslim, kemudian merestorasi Negara Israel kuno. Setelah itu, kaum Yahudi Israel dibawa kembali ke Palestina oleh orang-orang Yahudi Eropa dengan proses 'kembalinya' suatu kaum yang paling aneh dan misterius yang pernah disaksikan oleh sejarah.

Fakta bahwa kaum Yahudi Israel menerima cara ini untuk kembali ke Yerusalem dan menafsirkannya sebagai pemenuhan janji ilahi tentang kembalinya zaman keemasan dan kedatangan Al-Masih. Padahal mereka sebenarnya ditipu oleh Al-Masih palsu (yaitu Dajjal).

Bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi hal ini? Bagaimana melepaskan diri dari kesulitan saat ini? Jawabannya, tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya kecuali Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.

Kini tidak mungkin menguasai wilayah mana pun di dunia untuk menegakkan Islam sebagai pemerintah atau Negara. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah wilayah Khurasan (istilah pada zaman Nabi) yaitu wilayah yang terletak di Iran bagian Timur, Afghanistan, Pakistan Barat, dan Afganistan Utara.

Penting diingat bahwa Eropa modern tidak pernah berhasil menaklukkan jantung wilayah ini. Inggris mencoba menaklukkannya dan gagal. Kemudian Rusia mencoba dan mereka pun gagal. Begitu pula Amerika Serikat memilih hengkang dari Afganistan pada 2021 lalu.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Bendera (panji) hitam akan muncul dari Khurasan dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan mereka sampai mereka memasuki Aelia (Yerusalem)." (HR at-Tirmidzi)

Umat Islam mungkin tidak perlu menunggu lebih dari beberapa dekade sebelum tentara itu dengan penuh kemenangan memasuki Yerusalem dan membebaskan rakyat Palestina yang telah lama menderita dari penindasan Israel-Eropa.

Sekilas Tentang Khurasan
Khurasan adalah istilah modern untuk wilayah timur Persia kuno sejak abad ke-3. Khurasan Raya meliputi wilayah yang kini merupakan bagian dari daerah Iran bagian Timur, Afghanistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Afghanistan merupakan bagian dari Khurasan yang memiliki wilayah bergunung-gunung dengan iklim yang esktrem. Wilayah in juga sering dilanda gempa bumi. Meski demikian, orang-orang Afghanistan adalah orang-orang yang ulet dan tangguh.

Terbukti kedigdayaan Rusia yang dulu bernama Uni Sovyet pernah menjajah mereka tak mampu melawan pejuang Afghanistan. Bahkan pasukan AS dan sekutunya memilih meninggalkan dari Afghanistan. Khurasan seolah tak terjamah oleh tangan manapun untuk menguasainya.

Afghanistan Adalah Jantung dari Khurasan
Syaikh Imran Hosein dalam satu kajiannya mengatakan bahwa Afghanistan adalah jantung dari Khurasan. Berikut penjelasannya:

"Inilah yang Nabi shollallahu 'alaihi wasallam katakan, dan mereka tahu tentang Hadis ini. Baginda Nabi bersabda: "Akan ada pasukan yang datang dari Khurasan dengan bendera hitamnya. Tak ada satu orang pun yang bisa menghentikan pasukan ini, hingga mereka mencapai tanah Yerussalem."

Ini menunjukkan bahwa bukan tentara Rusia yang akan membebaskan tanah Yerusalem, melainkan pasukan muslim-lah yang akan membebaskan Yerusalem Palestina. Almarhum Dr Israr Ahmad rahimahullah, telah melakukan sesuatu hal yang bagus. Beliau mendefenisikan untuk kita arti dari bangsa Khurasan kuno dan penelitian ini sangat bermanfaat bagi saya.

Yang beliau katakan adalah bahwa Khurasan kuno berawal dari Barat Laut Pakistan. Seluruh Afghanistan, Iran bagian Timur dan utara Afghanistan. Seluruh wilayah itu adalah Khurasan kuno. Ketika Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa pasukan tersebut akan datang dari Khurasan, dan tak ada satupun yang bisa menghalangi mereka hingga sampai ke tanah Yerusalem, maka Afghanistan adalah jantung daripada Khurasan.

Perlawanan muslim di Afghanistan telah berhasil mengalahkan Amerika Serikat, sehingga mereka menarik kembali tentaranya. Maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hal ini membuktikan Nubuwah Nabi ﷺ. Maka demikian, seluruh umat Islam saat ini harus memperhatikan apa yang terjadi kepada Afghanistan.

Karena sejarah tidak terjadi secara acak, melainkan bergerak satu arah menuju akhir yang telah ditentukan. Sedangkan Mesiah ada di jantung pergerakan sejarah dan ia terhubung dengan Yerusalem. Maka sejarah berakhir dengan Islam sebagai pemeran yang luar biasa.

Saya tidak perlu mengulangi apa yang telah saya katakan. Saya bicara perlahan agar anda bisa memahaminya secara benar. Dan saya ingin memulai pujian saya pada Afghanistan terlepas dari mereka yang suka ata tidak. Afghanistan telah berkata pada Turki: "Saat NATO pergi, kalian juga pergi". Artinya, jika NATO telah pergi, tapi kalian (Turki) masih ada di sini maka kalian dalam masalah. Jagalah keselamatan diri kalian. Itu terdengar sangat indah di telinga saya.

Afganistan tidaklah lengah. Jadi bagi anda pengkritik Afghanistan, cek hal itu dan telan oleh kalian. Doktrin yang telah dilakukan di Turki sangatlah besar sehingga mereka masih tidak bisa menyadari bahwa Allah telah menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa gereja, sinagog, katedral dan masjid, kalian harus berjuang untuk melindunginya."

Pro Kontra Hadis
Hadis yang mengatakan bahwa pasukan panji hitam akan muncul dari Khurasan menuai perdebatan di kalangan ulama dan cendekiawan muslim. Ada yang mengatakan riwayatnya sangat lemah (goir muhtamal). Selain itu, Hadis tersebut tidak dapat dijadikan Hujjah lantaran perawinya dianggap bermasalah.

Hadis itu diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad; Imam at-Tirmidzi dalam al-Jaami', Imam at-Thabrani dalam al-Mu'jam al-'Awsath dan al-Baihaqi dalam al-Dalaa'il al-Nubuwwah. Kemudian Imam al-Tirmidzi mengatakan bahwa Hadis ini adalah Hadis gharib (terdapat perawi tunggal dalam salah satu tingkatan transmisi Hadits). Dalam riwayat lainnya disebutkan tanpa adanya penentuan tempat, yaitu Khurasan, "...lalu muncul panji-panji hitam dari arah timur...." (HR Ibnu Majah)

Mengutip keterangan di laman NU Mesir, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pasukan yang dimaksud di dalam Hadis itu bukanlah pasukan Abu Muslim al-Khurasani. Akan tetapi pasukan berpanji hitam yang akan berkongsi dengan Imam Mahdi. Mereka mendukung dan membaiat Imam Mahdi sebagai pemimpin di Baitul Maqdis. Mereka juga memiliki panji berwarna hitam sebagai lambang kewibawaan.

Wallahu A'lam

(rhs)
Rusman Hidayat Siregar

No comments: