Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran Membuat Orang Tercengang, Begini Penjelasannya

 Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran Membuat Orang Tercengang, Begini Penjelasannya

Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun—ayah angkat Nabi Musa—menjadi sangat fenomenal karena menjadi contoh yang ekstrim dalam sejarah keimanan.. Ilustrasi: Ist
Di dalam Islam, dari 124.000 orang nabi dan 313 rasul, Nabi Musa as termasuk Nabi yang sangat fenomenal. Setidaknya ada empat indikasi yang membenarkan hal tersebut. Salah satunya, kisah Nabi Musa merupakan salah satu contoh ekstrim yang ditampilkan oleh Allah SWT.

"Sejumlah fakta sejarah membuat kita tercengang—dalam kisah-kisah Nabi— bahwa ada anak seorang Nabi yang justru mengingkari ayahnya sendiri," tulis Ach. Khatib dalam artikelnya yang berjudul "Implementasi Nilai-Nilai Profetik pada Kisah Nabi Musa dalam Al-Qur’an" yang dilansir ‘Anil Islam (2019).

"Istri Nabi yang tidak mengimani ajaran suaminya. Paman dan besan seorang Nabi yang justru menghujat dan memusuhi dakwah keponakan dan besannya," tambahnya.

Di pihak lain, Ach. Khatib mengatakan, kisah Nabi Musa ini membuat tercengang juga: Fir‘aun yang sangat kejam dan sangat melampaui batas itu justru mampu melahirkan seorang Nabi Musa.

Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun—ayah angkat Nabi Musa—menjadi sangat fenomenal karena menjadi contoh yang ekstrim dalam sejarah keimanan.

Selain itu, secara umum, Nabi Musa termasuk dari Ulul Azmi . Diambil dari makna kata Ulul Azmi, maka nabi-nabi yang masuk di dalamnya adalah nabi yang telah diberi ketetapan dan kemantapan hati yang luar biasa oleh Allah.

Setelah melalui ujian yang menguras kesabaran, maka Allah SWT kemudian memberi kemantapan dan keteguhan dalam hati Nabi Musa. "Sebab, kedudukan para nabi tidaklah sama," jelasnya.

Kesabaran Nabi Musa menghadapi dan mendidik serta memimpin Bani Israil dan keberanian menghadapi Fir‘aun menjadikan Nabi Musa mendapatkan kedudukan tersendiri daripada nabi-nabi yang lain.

Bahkan, kesabaran dan tingkah laku yang mengesankan dari para nabi Ulul Azmi ini oleh Allah supaya dijadikan sebagai teladan dalam hidup.

Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam Annubuwwah wal Anbiya menyebut para rasul Ulul Azmi ini memang dalam aras yang hampir sama, yaitu: mereka diberi umur panjang, perjuangan berat, dimusuhi kaumnya dalam waktu yang lama dan sengit, sangat sabar dalam membawa kaumnya dari kegelapan menuju cahaya tauhid.

Contoh Ekstrim

Selain perjumpaan kisah Nabi Musa merupakan salah satu contoh ekstrim yang ditampilkan oleh Allah SWT, indikasi indikasi mengapa Nabi Musa disebut nabi yang sangat fenomenal, adalah di dalam al-Qur’an, hampir dari awal sampai akhir, kisah Nabi Musa ada dan bertebaran dalam banyak surat. Para sarjana tafsir menghitung, Nabi Musa disebut 136 kali di dalam al-Qur’an.

Kedua, Nabi Musa menyelamatkan Bani Israil dari intimidasi dan siksaan Fir‘aun di Mesir. Untuk kepentingan itu Allah SWT hingga mengutus Nabi Musa—dengan Nabi Harun—hingga sampai terjadilah peristiwa yang sangat fenomenal itu, yaitu terbelahnya Laut Merah dan matinya Fir‘aun.

"Peristiwa inilah yang kemudian menjadikan Bani Israil merasa sebagai kaum terpilih. Ini pula yang menjadikan Nabi Musa sering disebut dan menjadi idola di kalangan Agama Yahudi," ujarnya.

Ketiga, adalah kisah perjumpaan Nabi Musa dengan Nabi Khidir dalam kajian keilmuan Islam (QS Al-Kahfi/18: 60-82).

Peristiwa perjumpaan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir, kata Khatib, menjadi sangat fenomenal karena keduanya dinilai mewakili dua kutub ilmu. "Nabi Musa mewakili kutub zahir, dan Nabi Khidir mewakili kutub batin. Hingga saat ini, kita seringkali mendengar penyebutan atau lebih tepatnya pembagian ilmu zahir dan ilmu bathin, antara Musa dan Khidir," ujarnya.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: