Injil Barnabas Ajarkan Tauhid, Yesus Bersama Malaikat Menghadap Allah Taala

 Injil Barnabas Ajarkan Tauhid, Yesus Bersama Malaikat Menghadap Allah Taala

Injil Barnabas banyak persamaannya dengan yang diberitakan Al-Quran. Foto/Ilustrasi: Pustaka Al-Kautsar
Semua nabi mengajarkan ajaran tauhid , yakni keesaan Allah. Lalu kenapa masih ada perbedaan di antara Nasrani dan Islam yang berasal dari satu tuhan?

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk percaya kitab-kitab Zabur, Taurat , dan Injil. Konsep pada agama Yahudi , Nasrani, Islam dalam ketuhanan didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan.

Al Kitab Injil (ulangan 32;39 mengatakan “Lihatlah Aku Allah yang Esa, Tak ada Allah kecuali Aku”. Dari Injil tersebut sudah jelas adanya substansi bahwa Allah-lah Tuhan Nasrani.

Kabar Gembira

Umat Nasrani meyakni Injil sebagai kitab suci. Kitab Injil semula bersumber dari bahasa Yunani euangelion yang bermakna kabar gembira. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi Injil.

Arti dari kabar gembira yang dimaksud adalah karena Nabi Isa as menggembirakan umat-umatnya dengan berita akan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang terakhir untuk seluruh alam.

Selain berisi keesaan Allah, puji-pujian juga mengajak zuhud yakni pola hidup yang tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi. Bahkan isi Injil Barnabas banyak persamaannya dengan yang diberitakan Al-Quran.

Pada tahun 1709, Cremer Toland (penasihat Raja Prusia) menemukan teks tertua Injil Barnabas dalam bahasa Italia yang semula tersimpan rapi pada perpustakaan seorang terkemuka di Amsterdam.

Dari naskah berbahasa Itali itulah dibuat terjemahannya ke bahasa lain seperti bahasa Inggris, Spanyol dan Arab oleh Dr. Kholil Sa'adah pada tahun 1908 dan ditulis dalam majalah Al Manar terbitan Mesir.


Dari Injil Barnabas berbahasa Arab itulah, Husein Abubakar dan Abubakar Basymeleh menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia

Dalam kitab tersebut diterangkan bahwa: Yesus tidak disalib, yang disalib sebenarnya Yudas Iskariot yang telah diserupakan oleh Tuhan (rupa dan suaranya) dengan rupa dan suara Yesus.

Sedangkan Yesus sendiri loncat bersama malaikat dan terus diangkat ke hadirat Allah SWT (Pasal 215, 216, dan 217). Yesus bukanlah anak Allah, bukan pula Tuhan, tetapi seorang Rasul (utusan) Allah.

Bahwa putra Nabi Ibrahim as yang akan disembelih karena perintah Allah SWT adalah Ismail.

Rasul Terakhir

Mesias (yang dimaksudkan di sini adalah "pembebas dunia" atau "juru selamat") atau Almasih yang dinanti-nantikan tersebut bukan Yesus akan tetapi Nabi Muhammad, yang merupakan Nabi dan Rasul Allah yang terakhir.

Pertama, Injil Dicache yaitu Injil perspektif baru yang terungkap di Yerusalem, memuat 20 butir kabar gembira tentang Nabi Muhammad SAW. Pertama, seluruh kitab samawi --baik Taurat maupun Injil-- menyebutkan bahwa Al-Masih Pemimpin adalah sosok yang mampu meruntuhkan kekaisaran Romawi. Melainkan keruntuhannya pada masa Nabi Muhammad.

Kedua, Injil Didache tidak menyebutkan bahwa Nabi Isa adalah nabi yang akan diutus di akhir zaman. la justru mengatakan bahwa penganut Kristen yang tidak mengimani Nabi Muhammad akan dikutuk.

Ketiga, sebutan orang Kristen (Al-Masihi) baru diberikan kepada murid-murid Yesus (An-Nashara) setelah Al-Kitab diubah pada Konsili Niqiyyah tahun 325 M.

Keempat, orang-orang Yahudi memberikan sebutan `Mesias' atau `A-Masih Pemimpin' kepada nabi yang sangat ditunggu-tunggu yang akan datang seperti Musa.


Mereka menyebutkan bahwa julukan "Anak Tuhan" dan julukan `Tuhan' di dalam Mazmur adalah julukan-julukan nabi itu. Sedangkan Isa menolak julukan tersebut.

Dimensi isi yang termaktub dalam Taurat dan Injil juga dijelaskan kembali dalam Al-Quran. Esensi dalam ketiga kitab tersebut yang mengharuskan untuk mempercayai keesaan Allah dan mempercayai Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.

Demikian juga pengingkaran yang dilakukan oleh pengikut Nabi Isa yang menganggap sebagai Tuhan atau anak Tuhan yang disalib. Dijawab dalam firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 55 dan QS An-Nisaa‟: 155-159.

Di agama Nasrani terdapat perbedaan paham yang memunculkan paham Khatolik, Protestan, Ortodox, ditambah kitab suci Injil yang beraneka versi penulis.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: