Biografi Sayyidah Khadijah (7): Kewafatannya Menjadi Tahun Kesedihan Bagi Rasulullah SAW

 Biografi Sayyidah Khadijah (7): Kewafatannya Menjadi Tahun Kesedihan Bagi Rasulullah SAW

Kewafatan Sayyidah Khadijah menjadi salah satu sebab dinamakan tahun tersebut dengan Amul Huzni atau tahun kesedihan. Foto ilustrasi/ist
Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah binti Khuwailid adalah istri yang sangat dicintai Nabi Muhammad ﷺ. Beliau sosok perempuan sempurna dan paling utama di antara Ummahatul Mukminin (ibunya orang-orang mukmin).

Berikut lanjutan biografi dan keistimewaan Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha diceritakan Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya.

Kewafatan Sayyidah Khadijah Menjadi Tahun Kesedihan
Waktu kewafatan Sayyidah Khadijah adalah salah satu sebab dinamakan tahun tersebut dengan 'Amul Huzni atau tahun kesedihan. Dimana Rasulullah ﷺ ditinggalkan oleh dua orang yang sangat beliau cintai dan yang menyokong dakwah beliau selama ini. Yakni Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha dan Abu Thalib. [Fiqih Sirah lil Ghazali]

واجتمع على النبي صلى الله عليه وسلّم بموت أبي طالبو ‌خديجة مصيبتان، وسماه ‌عام ‌الحزن

Artinya: "Dan berkumpul dua musibah dalam kehidupan Nabi ﷺ dengan kematian Abu Thalib dan Khadijah. Dan beliau menamai tahun itu dengan nama tahun kesedihan." [Musta'abul Ikhbar]

Bahkan sepeninggal Khadijah, Rasulullah ﷺ selalu mengenang dan menjalin hubungan baik dengan kerabat dan setiap orang yang pernah dekat dengan istrinya ini. Sayyidah Aisyah menuturkan:

وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ ثُمَّ يُهْدِيهَا إِلَى خَلاَئِلِهَا

"Adalah Nabi ﷺ apabila menyembelih kambing maka beliau akan menghadiahkan kepada orang-orang dekat Khadijah." (HR Muslim)

Bahkan dalam satu riwayat Nabi ﷺ pernah terperanjat ketika Halah binti Khuwailid, yakni saudari perempuan Khadijah mengunjungi beliau. Beliau tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya ketika mendengar suara Halah yang mengingatkannya pada sosok wanita yang sangat beliau cintai, ummul Mukminin Khadijah.

اسْتَأْذَنَتْ هَالَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، أُخْتُ خَدِيجَةَ، عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَرَفَ اسْتِئْذَانَ خَدِيجَةَ فَارْتَاعَ لِذَلِكَ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ هَالَةَ

"Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah, meminta izin kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau mendengar suara Halah seperti izinnya Khadijah, beliau pun terkejut sambil berkata, 'Ya Allah, Halah." (HR Al-Bukhari)

Kecemburuan Aisyah
Bukti lain Sayyidah Khadijah adalah orang yang sangat istimewa di sisi Rasulullah adalah ketika istri yang beliau sayangi, yakni Aisyah radhiyallahu 'anha justru cemburu kepada Sayyidah Khadijah yang telah lama wafat. Bukan kepada istri-istri Nabi lainnya yang masih hidup.

Sayyidah Aisyah berkata:

‌مَا ‌غِرْتُ ‌عَلَى ‌أَحَدٍ ‌مِنْ ‌نِسَاءِ ‌النَّبِيِّ ‌صَلَّى ‌اللهُ ‌عَلَيْهِ ‌وَسَلَّمَ ‌مَا ‌غِرْتُ ‌عَلَى ‌خَدِيجَةَ، وَمَا رَأَيْتُهَا، وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا

"Aku tidak pernah cemburu kepada istri Nabi yang lain seperti kecemburuanku kepada Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya. Hal itu karena Nabi shallallahu 'alaihi wassalam selalu menyebut-nyebut dirinya." (HR Al-Bukhari)

Itulah sekelumit biografi dan keistimewaan Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Semoga dengan mengenal sosok Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, kiranya dapat menambah kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ dan keluarga beliau.

(rhs)
Rusman Hidayat Siregar

No comments: