Biografi Sayyidah Khadijah (6): Istri yang Selalu Menenangkan Rasulullah SAW

 

Biografi Sayyidah Khadijah (6): Istri yang Selalu Menenangkan Rasulullah SAW
Di samping penyayang, Sayyidah Khadijah selalu memberikan ketenangan di saat Rasulullah SAW sedang dilanda gelisah atau kekhawatiran. Foto/ist
Mengenal sosok Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah binti Khuwailid akan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ dan keluarga Nabi. Beliau sosok perempuan yang memiliki banyak keistimewaan dan penghulu perempuan di surga.

Berikut lanjutan biografi dan keistimewaan Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha diceritakan Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq dalam satu kajiannya.

Selalu Menenangkan Hati Rasulullah
Sayyidah Khadijah tak hanya dikenal sebagai istri penyayang dan patuh kepada suaminya Nabi Muhammad ﷺ, Beliau juga selalu memosisikan diri sebagai pihak yang melayani suami dan menenangkan hati Baginda Rasulullah. Padahal status sosial, ekonomi, kedudukan beliau sangat mungkin membuka peluang bagi umumnya istri untuk bersikap arogan terhadap suaminya.

Khadijah selalu memberikan ketenangan di saat Rasulullah ﷺ sedang dilanda gelisah atau kekhawatiran. Seperti kisah ketika Nabi ﷺ menerima wahyu untuk pertama kali. Rasulullah ﷺ pulang dalam kondisi pucat pasi dan gemetaran.

Ummul Mukminin Khadijah langsung menyelimuti tubuh Nabi dan merengkuhnya, kemudian berkata:

كَلَّا، أَبْشِرْ، فَوَاللَّهِ لاَ يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَصْدُقُ الحَدِيثَ، وَتَحْمِلُ الكَلَّ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الحَقِّ

"Jangan takut, tapi bergembiralah. Allah tidak akan menghinakan orang sepertimu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau menyambung hubungan keluarga silaturrahim, menafkahi kerabat, dan membantu orang-orang tidak mampu. Engkau juga memberikan jamuan kepada tamu serta menolong orang-orang yang dalam kebenaran." (Mutafaqun 'Alaih)

Setelah Rasulullah ﷺ lebih tenang, Sayyidah Khadijah kemudian membawanya kepada pamannya yakni Waraqah bin Nufail untuk berkonsultasi.

Ulama juga menjelaskan bahwa diantara akhlak luhur Ummul Mukminin Khadijah adalah beliau tidak banyak bertanya kepada suaminya, apalagi sampai berani menginterogasi atau mendebat suaminya. [Syarh An Nawawi 'Ala Muslim (2/200)]

(Bersambung)!

(rhs)
Rusman Hidayat Siregar

No comments: