Kebesaran Allah SWT, Inilah 8 Bayi Lahir Bisa Langsung Berbicara

Kebesaran Allah SWT, Inilah 8 Bayi Lahir Bisa Langsung Berbicara
Karena kebesaran Allah SWT, dalam Islam mengenal 8 bayi yang pernah berbicara dalam buaian, hal ini dikisahkan dalam Al-Quran. Foto ilustrasi/ist
Tak ada yang tak mungkin bila Allah Subahanhu wa ta'ala telah berkehendak. Begitu juga dengan beragam peristiwa yang dialami manusia, seperti kisah bayi yang langsung dapat berbicara ini.

Umumnya, semua bayi yang baru lahir belum bisa berbicara. Bahkan kemampuan bicara manusia tak langsung mampu mengucapkan satu dua kata, apalagi sebuah kalimat dan kebenaran . Namun demikian, Islam mengenal 8 bayi yang pernah berbicara dalam buaian.

Berikut peristiwa yang hampir mustahil namun nyata adanya tentang bayi yang pernah berbicara ketika mereka baru dilahirkan.

1. Nabi Isa ‘Alaihissalam

Sebelum kelahirannya, ibunda Nabi Isa Siti Maryam terus menerus dilanda fitnah yang keji. Hingga akhirnya melahirkan utusan Allah, Nabi Isa ‘Alaihissalam. Siti Maryam kemudian menggendong bayi nabi Isa ke hadapan kaumnya. Karena tak ingin menjawab tudingan yang ditujukan padanya, ia meminta kaum Bani Israil untuk bertanya langsung pada bayinya tersebut.

فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ‌ ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا‏


Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" (QS Maryam : 29)

Kemudian tiba-tiba bayi Nabi Isa menjawab,

فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ‌ ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا


“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia akan menjadikanku seorang nabi.” (QS. Maryam: 30).

2. Bayi yang dianggap sebagai anak Juraijz

Juraijz merupakan seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil. Suatu hari, ia pernah membuat kesal sang ibu lantaran sudah tiga kali berjanji untuk menjenguknya, namun selalu gagal. Bukan tanpa alasan, Juraijz sebenarnya sibuk dengan salat dan ibadahnya.

Kekesalan sang ibu berujung dengan doa kepada Allah agar Juraijz tidak meninggal sebelum diperlihatkan kepadanya wajah wanita pezinah. Lantas Allah mengabulkan doa sang ibunda.

Tak lama kemudian, Juraijz didatangi perempuan yang mencoba menggodanya. Karena imannya yang kuat, Juraijz tentu menolak. Sementara wanita penggoda justru melampiaskan nafsunya kepada seorang pengembala kambing.

Sembilan bulan setelahnya, sang perempuan hamil dan akhirnya melahirkan seorang bayi. Orang-orang pun menuding wanita tersebut tengah berzina. Saat ditanya siapa ayah dari bayi tersebut, si wanita menjawab, “Anak dari Juraijz.”

Para warga pun segera mendatangi Juraijz dan mencaci makinya. Bahkan mereka hendak menghancurkan tempat Juraijz biasa beribadah. Tak langsung marah, Juraijz justru mendatangi bayi tersebut dan bertanya, “Siapakah ayahmu sebenarnya?” Lantas si bayi menjawab dengan jujur, “Pengembala kambing.”

3. Bayi yang disusui ibunya

Diriwayatkan dari Imam Bukhari, dikisahkan bahwa suatu hari seorang ibu dari Bani Israil tengah menyusui anaknya. Kemudian seorang pria gagah dan tampan melintasi mereka dengan kendaraannya. Maka berkatalah sang ibu, “Ya Allah, jadikankan anakku seperti dia.” Tak disangka, si bayi langsung melepas susu ibunya dan menjawab, “Ya Allah jangan jadikan aku seperti dia.”

Kemudian melintas lagi di depan mereka seorang perempuan pelayan. Sang ibu berdoa lagi, “Ya Allah jangan jadikan anakku seperti dia.” Lalu si bayi menjawab lagi, “Ya Allah jadikanlah aku seperti dia.”

Mendengar ucapan bayinya, si ibu bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian?” Si bayi menjawab, “Pengendara itu seorang penguasa dzalim, sedangkan pelayan perempuan tadi sudah dituduh orang-orang mencuri dan berzina, padahal dia tidak melakukannya.”

4. Bayi yang jadi saksi Nabi Yusuf

Nabi Yusuf ‘Alaihissalam yang digoda oleh Zulaikha justru malah balik difitnah kalau dirinyalah yang mencoba menggoda istri dari Al Aziz tersebut. Rumor tersebut kemudian ditampik oleh kesaksian seorang bayi putra dari paman Zulaikha.

قَالَ هِىَ رَاوَدَتۡنِىۡ عَنۡ نَّـفۡسِىۡ‌ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنۡ اَهۡلِهَا‌ۚ اِنۡ كَانَ قَمِيۡصُهٗ قُدَّ مِنۡ قُبُلٍ فَصَدَقَتۡ وَهُوَ مِنَ الۡكٰذِبِيۡ


“Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.” (QS. Yusuf: 26).

5. Bayi Masyithah

Masyithah adalah seorang juru sihir suruhan Firaun yang akhirnya bertauhid kepada Allah. Keimanannya tersebut kemudian diketahui oleh Firaun sehingga penguasa Mesir itu murka. Lantas ia menyuruh Masyithah bersama anak-anaknya untuk dibakar hidup-hidup. Karena Masyithah sempat ragu, Allah meneguhkan imannya lewat anaknya yang masih bayi.

Si bayi berkata, “Wahai ibu, masukkanlah dirimu. Sebab, siksa dunia lebih ringan dari siksa akhirat.” Demikianlah Masyithah bersama anak-anak meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah.

6. Bayi di tengah Ashabul Ukhdzudz

Mirip dengan kejadian di atas, saat itu para ahli kitab dan orang-orang yang beriman akan dilemparkan ke dalam parit yang diisi oleh api yang sangat besar. Di antara orang-orang tadi, terdapat seorang ibu dan bayinya yang masih sangat kecil. Sang ibu sempat ragu untuk masuk ke dalam parit, namun tak disangka, bayinya justru berkata, “Wahai ibunya, bersabarlah, sebab engkau berada di jalan kebenaran.”

7. Nabi Yahya ‘Alaihissalam

Sama seperti Nabi Isa, nabi Yahya juga pernah dikisahkan berbicara pada saat masih bayi. Hal ini sebagaimana riwayat Al Tsa’labi.

8. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ssalam

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad pernah dikisahkan berbicara pada saat masih bayi. Adalah Siti Halimah yang pertama kali mendengar ucapan Nabi Muhammad kecil. Saat disapih, Nabi Muhammad mengucap Allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, wasubhanallahi bukrataw waashila.

Wallahu A'lam
(wid)

No comments: