4 Doa Para Nabi untuk Anak-anaknya yang Tercantum dalam Al-Qur'an

 4 Doa Para Nabi untuk Anak-anaknya yang Tercantum dalam Al-Quran

Ada beberapa doa yang bersumber dari Al-Quran yang dipanjatkan para Nabi seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya untuk anak-anaknya. Foto ilustrasi/ist
Doa orang tua untuk anak bukti curahan hati orang tua kepada anak untuk terus berbuat tanpa henti meluruskan jalan si anak agar semakin baik terhadap lingkungan dan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Di antara sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan oleh Allah di dalam Al- Qur’an. Doa untuk kebaikan anak yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an antara lain :

1. Doa para‘Ibadurrahman dalam Al Qur’an :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَاوَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqan: 74).

2. Doa Nabi Zakariya‘Alaihis salam :

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا(5)يَرِثُنِيوَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا


“Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhai di sisi-Mu”(QS. Maryam: 5-6).

Beliau Nabi Zakariya‘Alaihis salam juga berdoa :

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَذُرِّيَّةً طَيِّبَةًإِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ


“Ya Tuhanku,anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa”(QS. Ali-‘Imran: 38).

3. Doa Nabi Ibrahim dan Isma’il‘Alaihimas salam :

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْذُرِّيَّتِنَاأُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ


“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mudan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu”(QS. Al-Baqarah: 128).

4 Doa khalilullah Nabi Ibrahim‘Alaihis salam :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ


“Ya Tuhanku,anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih”(QS. Ash-Shaffat: 100).

Lalu ada doa lainnya :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْذُرِّيَّتِيرَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ


“Ya Tuhanku,jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku”(QS. Ibrahim: 40).

وَاجْنُبْنِيوَبَنِيَّأَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ


“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala”(QS. Ibrahim: 35).

Ada doa Nabi Ibrahim tatakala telah mencapai usia matang yaitu usia 40 tahun :

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي


“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai.Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku”(QS. Al-Ahqaf: 15).

Yang perlu diingat adalah tidak selayaknya orang tua melontarkan kata-kata keburukan untuk anaknya karena itu bisa menjadi sebuah doa. Doa keburukan akan menimbulkan bahaya dan merusak anak. NabiShallallahu ‘alaihi wasallammelarang mendoakan keburukan bagi anak, karena ini bertentangan dengan akhlak Islam dan menyelisihi cara pendidikan yang diajarkan para nabi.

Beliau bahkan berharap kepada Allah seraya bersabda :

“Aku berharap kepada Allah semoga akan lahir dari tulang sulbi mereka keturunan yang senantiasa menyembah hanya kepada Allah.”


Wallahu A'lam
(wid)
Widaningsih

No comments: