Talmud Jerussalem dalam Kontek Kekinian, Seperti Apa?

talmud yahudi
PENULIS “Jewish Universal Encylopaedia” mengakui dengan penuh kejujuran bahwasanya cetakan terbaru Talmud Jerussalem yang ada saat ini banyak kehilangan sentuhan makna berikut raibnya bahasa indah serta hilangnya pasal-pasal krusial yang terkandung di dalamnya. Penyebab utamanya ada dua:
1. Terhapusnya pasal-pasal krusial yang ada di dalamnya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja oleh penulisnya, namun dapat dipastikan hal itu terjadi karena keteledoran penulisnya yang dengan semena-mena menghapus pasal-pasal yang terkandung di dalamnya.
2. Adanya kesengajaan mengganti kandungan Talmud oleh penulisnya, pereduksian isi Talmud tersebut sengaja dilakukan untuk kepentingan pragmatisme penulis secara khusus dan kepentingan umum komunitas Yahudi.
Kesalahan penulisan awal mulanya saja, sudah tak bisa diterima, apalagi mengganti dan memutar-balikkan fakta dengan sengaja lebih tidak bisa diterima. Kaum Yahudi seeara lantang mengakui sengaja dan dengan kesadaran penuh mereduksi isi kandungan Talmud, mereka juga tidak malu mengakui telah mengubah, membalikkan fakta, menyeIewengkan isi kitab suci mereka, hal itu mereka lakukan, setelah melihat reaksi keras kaum Nashrani Eropa yang anti dengan keberadaan mereka. PadahaI saat itu hidup dan kehidupan mereka banyak bergantung kepada komunitas Nashrani Eropa, lebih-Iebih ketika kaum Nashrani Eropa mengetahui bahwasanya kitab suci kaum Yahudi penuh dengan ajaran rasis yang motto utamanya anti ajaran al-Masih.
Nasib bangsa Yahudi di Eropa pada abad pertengahan benar-benar berada diujung tanduk, karena kaum Kristiani mengetahui isi kandungan kitab suci mereka yang jelas-jelas memaklumatkan perang terhadap pengikut aI Masih, seperti haInya kaum Yahudi yang menganggap bangsa lain sebagai al Kalb (anjing).
Komunitas Nasrani Eropa juga meIakukan provokasi dan menggalang opini publik, bahwa kaum Yahudi tidak lain adalah Ahqad Syaithaniyah (tangan-tangan setan) yang dihidupkan di muka bumi ini, kaum Yahudi divonis kaum Nasrani Eropa tidak layak hidup diatas muka bumi ini, tempat mereka yang tepat adalah di neraka jahannam, Talmud yang direduksi itu jelas dapat diketahui kebobrokannya, karena manuskrip-manuskrip kuno Talmud masih banyak tersimpan.
Sehingga Talmud-talmud baru yang diterbitkan dapat dengan mudah diketahui, adanya penghapusan dan penambahannya. Kasus pereduksian kitab suci Yahudi itu terjadi berpuluh-puluh kali pada abad pertengahan, hal itu sejalan kondisi politik yang menyangkut nasib anak bangsa itu, sampai-sampai para petinggi gereja di Venecia merasa perlu memaklumatkan amar perintah untuk membakar habis kitab suci Yahudi tersebut, karena berisikan doktrin-dokterin setan dan tidak laik dipercayai.
Terkait dengan pereduksian kandungan kitab suci sesuai dengan kepentingan pragrnatisme dan situasi politik ini, penulis Jewish Universal Encylopaedia menandaskan: “Talmud Palestina yang ada sekarang ini, kondisinya sangat rusak, validitasnya tidak bisa dipertanggung jawabkan, para penulis yang mengumpulkan dan menulisnya sangat sembrono, mereka dengan seenaknya menghapus dan mengganti isinya sesuai selera diri mereka, semisal jika mereka tidak mengerti arti bahasa, mereka dengan seketika menghapus kata yang tidak dimengertinya tersebut, lalu membuat bahasa baru yang jauh dari makna aslinya serta . tidak seindah bahasa teks aslinya, hal itu terjadi berulang kali dalam penulisan Talmud (Palestina) ini, sehingga keindahan bahasa teks aslinya benar-benar hilang, gaya bahasa yang dipakai juga tidak enak dibaca, karena sang penulis asal-asalan dalam menuliskan ganti teks yang dihapusnya, pada akhirnya Talmud ini sangat rusak kaidah bahasanya dan tidak bisa dipahami maksud kandungannya, yang ada adalah rumus-rumus dan metafora yang super sulit untuk dipahami. Talmud Palestina ditulis dengan multi bahasa, diantaranya ditulis dengan bahasa Hebrew (Ibrani), bahasa Assiria, bahasa Latin dan bahasa-bahasa lainya, Talmud Palestina ini terdiri atas kurang lebih 750.000 kalimat, 15% diantaranya berisi Haggadah yakni kisah-kisah dan hikayat-hikayat Yahudi. Semua kisah yang termaktub dalam Talmud Palestina ini adalah kisah-kisah Utopis, terlebih kisah-kisah bohong yang justru merupakan sendi kepercayaan bangsa Israel.”
SUMBER: At-Talmud Tarikhuhu wa Ta’alimuhu / Penerbit: Dar An Nafaais – Beirut / Oleh: Zafarul Islamkhan / Penerjemah: Misbah El Majidd. Lc. /Diterbitkan pertamakali oleh: Pustaka Hikmah Perdana, Mihzab, Jakarta / November 2006

No comments: