Fatwa Imam Ibnul Jauzi: Wajib Bersabar Menunggu Terkabulnya Doa

Fatwa Imam Ibnul Jauzi: Wajib Bersabar Menunggu Terkabulnya Doa
Seseorang tidak boleh memendam kekhawatiran selama menunggu terkabulnya doa, dan perlu kesabaran menunggu terkabulnya doa tersebut karena Allah pasti akan mengabulkannya. Foto ilustrasi/ist
Semua doa pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena hal itu merupakan janji Allah sendiri. Karena itu, Imam Ibnul Jauzi heran masih ada saja seorang hamba yang berprasangka buruk kepada Allah Ta'ala bahwa doanya tidak dikabulkan.

Ibnul Jauzi mengatakan, boleh jadi Allah sengaja menunda terkabulnya doa kita karena Dia hendak memberikan kebaikan pada kita. Karena jika terlalu cepat dikabulkan justru mendatangkan keburukan. Hendaknya bersabar saja, karena Allah hendak memberikan kebaikan dengan masih menahan doakita agar kita senantiasa terjaga dari keburukan.

Dalam 'Shaidul Khatir', Imam Ibnul Jauzi mengatakan bahwa dirinya heran melihat seorang mukmin yang terus menerus berdoa tapi tidak kunjung terwujud keinginannya. Tidak kunjung datang tanda-tanda jawaban dari Allah. Lalu mukmin itu akhirnya berputus asa.

Padahal, itu merupakan cobaan yang membutuhkan kesabaran . Tidak boleh putus asa. Yang terbaik dilakukan seorang hamba adalah bersabar menunggu doanya terkabul. Jangan berputus asa dari Rahmat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar : 53)

Seseorang tidak boleh memendam kekhawatiran selama menunggu terkabulnya doa. Jika ada rasa khawatir, maka itu adalah penyakit yang harus disembuhkan. Khawatir bahwa doanya tidak terkabul adalah bisikan iblis. Khawatir adalah tipu daya iblis. Tidak boleh gelisah jika menunggu suatu doa. Perlu kesabaran menunggu terkabulnya doa.

Bersabarlah wahai orang yang berdoa. Ingat saja janji Allah Ta'ala dan sabda Rasulullah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)

Allah juga berfirman :

وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَا خِرِيْنَ


"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir : 60)

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ
.

“Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan sebuah doa kecuali Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya, selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi.” (HR. at-Tirmidzi).

Allah maha tahu apa yang harus dilakukan-Nya terhadap hamba. Jangan mengatakan 'aku sudah berdoa tapi tidak kunjung dikabulkan'. Bersabarlah, maka kelak Allah akan memberi keindahan yang tiada terkira. Seorang akan berada dalam kebaikan dan keberkahan selama ia tidak tergesa-gesa.

Umar bin Al-Khaththab pun pernah berkata :

“Aku tidak takut jika doaku tidak di kabulkan, namun yang ku takutkan adalah jika aku tak diberi taufik (atau bimbingan) untuk terus berdoa selalu”.
Wallahu A'lam
(wid)Widaningsih

No comments: