Surat Yusuf Ayat 53: Pesan Nabi Yusuf Tentang Hawa Nafsu

Surat Yusuf Ayat 53: Pesan Nabi Yusuf Tentang Hawa Nafsu
Al-Quran menjelaskan hakikat hawa nafsu lewat kisah Nabi Yusuf alaihissalam. Foto ilustrasi/Ist
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni
Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,
Yayasan Pustaka Afaf

Setelah peristiwa yang dialami Nabi Yusuf 'alaihissalam berlalu dan terbukti tak bersalah, beliau berpesan tentang hawa nafsu. Nabi Yusuf berkata bahwa nafsu selalu mendorong manusia kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah.

Perkataan Nabi Yusuf terkait nafsu ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 53. Berikut pesan dan hikmahnya:

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


Artinya: "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yusuf Ayat 53)

Pesan dan Hikmah:
1. Sebagian ulama menganggap kalimat dalam ayat di atas adalah ucapannya istri Al-Aziz sebagai bentuk penyesalan di hadapan rajanya. Apa yang dilakukannya kala itu karena mengikuti ajakan nafsu jeleknya.

2. Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa kalimat dalam ayat tersebut adalah ucapan Nabi Yusuf 'alaihissalam.
Beliau selamat dari godaan istri Al-Aziz karena limpahan rahmat Allah dan perlindungan-Nya.

3. Yang jelas, seringkali kita lemah di hadapan ajakan nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan dan tidak bisa membedakannya dari nafsu yang dirahmati Allah.

4. Dalam Kitab Asbab al-Takhallush Min Al-Hawa disebutkan bahwa hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginan. Ibnu Rajab juga menjelaskan tentang hawa nafsu ini. Menurutnya, "Terkadang hawa nafsu juga digunakan untuk menyebutkan cinta atau kecondongan kepada kebenaran dan selainnya."

Sedangkan menurut Syaikh Mutawalli Asy-Sya'rawi menjelaskan bahwa nafsu itu adalah bergabungnya ruh dengan jasad. Dua entitas ini mewujudkan suatu keinginan yang memiliki berbagai kecondongan, baik maupun buruk. Maka, apabila ruh bergabung dengan jasad, itulah nafsu. Kemudian lahirlah kehidupan yang diliputi kebaikan dan keburukan.
(rhs)

No comments: