Peristiwa di Atas Shirat, Beginilah Rasulullah Selamatkan Umatnya dari Neraka

Peristiwa di Atas Shirat, Beginilah Rasulullah Selamatkan Umatnya dari Neraka
Manusia akan melewati titian Shirat pada Hari Akhir sesuai amalannya ketika di dunia. Jembatan ini sangat licin terbentang di atas neraka Jahannam, memiliki cakar dan kawat berduri. Foto ilustrasi/Ist
Shirat (الصراط) adalah jembatan (titian) yang sangat licin terbentang di atas neraka Jahannam, memiliki cakar dan kawat berduri. Jembatan ini lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.

Setiap manusia akan melewati Shirat ini pada hari Akhir. Ada yang selamat tidak terkena besi pengait sama sekali. Ada yang terpeleset disambar besi pengait namun dilepas lagi dan dibebaskan (selamat). Kemudian, ada yang terjungkir, terlempar dan jatuh ke dalam neraka Jahannam. Na'udzubillahi min dzalik!

Manusia akan melalui titian ini sesuai amalannya saat di dunia, tidak terkecuali umat muslim. Seperti apa peristiwa di atas Shirat dan bagaimana Rasulullah SAW menyelamatkan umatnya dari neraka ? Berikut dijelaskan secara rinci dalam Kitab Al-Mawaizh Al-Usfuriyah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury yang bersumber dari Hadis Nabi.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Golongan dari umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) akan dikumpulkan di Shirat. Umat yang pertama kali masuk ke dalam surga, selain para Nabi adalah umat Nabi Muhammad. Sedangkan orang-orang yang terakhir masuk surga dari umat Nabi Muhammad adalah mereka yang ditetapkan masuk ke neraka (terlebih dahulu).

Rasulullah SAW akan menyaksikan umatnya pada Hari Kiamat. Beliau mengenali umatnya yang ditetapkan masuk neraka sebab bekas wudhunya.

Umat Rasulullah yang Celaka
Rasulullah berkata: "Hai Jibril! Mengapa umatku dicegah di atas Shirot?" Allah berkata: "Sembunyikan mereka di dalam jurang-jurang Kiamat agar Muhammad masuk ke dalam surga lebih dahulu dan tidak mengetahui mereka."

Kemudian ketika Rasulullah SAW melihat Kiamat maka beliau menyangka kalau umatnya telah digiring semua ke surga. Ketika beliau masuk surga, maka Allah berkata kepada Malaikat Zabaniah: "Bawa mereka (umat Muhammad) ke neraka dan serahkan mereka kepada Malik."

Ketika Malaikat Malik melihat mereka maka ia berkata: "Wahai golongan yang celaka! Siapa kalian dan dari umat siapa kalian ini? Padahal aku menyangka kalau sudah tidak akan ada lagi orang yang masuk neraka. Padahal semua umat telah datang kemari dengan terikat, terbelenggu rantai-rantai, bersama dengan para setan, dengan diseret telungkup, dengan wajah-wajah hitam dan mata- mata yang melotot. Tetapi aku tidak melihat belenggu di kaki kalian dan belenggu di tangankalian. Aku juga tidak melihat wajah kalian hitam dan mata kalian melotot. Dan kalian juga kemari dengan berjalan kaki (tidak diseret). Dari umat siapa kalian ini sebenarnya?"

Umat Muhammad berkata: "Jangan bertanya siapa kami wahai Malik! karena kami malu memberitahumu. Tetapi kami ini termasuk umat yang menanggung Al-Qur'an, berpuasa di bulan Ramadhan, berhaji dan berperang, menunaikan zakat, memuliakan anak-anak yatim, yang mandi wajib dari jinabat, yang mendirikan sholat 5 (lima) waktu."

Malaikat Malik berkata: "Apakah Al-Qur'an belum mencegah kalian bermaksiat kepada Allah agar kalian tidak jatuh ke neraka?" Umat Muhammad menjawab: "Jangan mengejek kami! Wahai Malik! Kita ini sekarang sudah selamat dari ejekan Allah dan para Malaikat-Nya."

Pada saat itu, tiba-tiba terdengar seruan dari arah 'Arsy. "Hai Malik! Masukkan mereka ke pintu neraka yang teratas!"

Kemudian Malik berkata: "Hai golongan yang celaka! Apakah kalian mendengar seruan itu dan memahaminya?" Umat Muhammad menjawab: "Iya! Kami mendengar dan paham. Tetapi Malik! Tunggu sebentar! Kami ingin mengeluhi diri kami sendiri." Malik berkata: "Tidak ada kesempatan bagi kalian untuk mengeluh."

Kemudian terdengar lagi seruan dari arah 'Arsy: "Hai Malik! Biarkan mereka menangisi diri mereka sendiri dulu!"

Kemudian umat Muhammad terpisah-pisah. Para ahli Al-Qur'an berada dalam golongan sendiri. Para ahli Haji berada dalam golongan sendiri. Para ahli perang berada dalam golongan sendiri. Para wanita berada dalam golongan sendiri. Kemudian mereka semua mengeluhi diri mereka sendiri sambil berkata: "Bagaimana bisa kami kuat di neraka padahal sebelumnya kita tidak kuat dengan panas matahari. Bagaimana bisa kita kuat memakai rantai-rantai timah padahal kita dulunya biasa memakai pakaian-pakaian bagus. Bagaimana bisa kita kuat makan pohon duri dan meminum air panas padahal kita dulunya biasa makan makanan enak dan air segar."

Pada saat itu, mereka mengeluhi diri mereka sendiri. Tiba-tiba terdengar seruan dari arah 'Arsy: "Hai Malik! Masukkan mereka ke pintu neraka teratas!" Malik berkata kepada mereka, "Hai golongan yang celaka! Apakah kalian mendengar seruan itu dan memahaminya?"

Umat Muhammad berkata: "Iya! Kami mendengar dan paham." Malik bertanya: "Dari umat mana kalian ini sebenarnya?" Mereka menjawab: "Kami malu mengatakannya."

Kemudian Malik pun menggiring mereka. Mereka yang tua berada di depan. Yang muda berada di belakang mereka yang tua. Mereka yang perempuan berada di belakang mereka yang muda hingga mereka semua sampai di tepi neraka Jahannam. Kemudian keluarlah para Malaikat yang keras dan kuat yang diciptakan tanpa memiliki hati. Mereka tidak memiliki rasa belas kasih.

Setiap orang dari umat Muhammad dikepung oleh 1000 (seribu) Malaikat Zabaniah. Kemudian mereka semua dibawa ke neraka. Sebagian dari mereka ada yang dibakar sampai mata kaki. Sebagian dari mereka ada yang dibakar sampai kedua lutut.

Sebagian dari mereka ada yang dibakar sampai setengah badan. Sebagian dari mereka ada yang dibakar sampai dada. Ketika api hendak membakar wajah dan hati mereka, maka kemudian terdengar seruan dari arah 'Arsy: "Hai Malik! Jauhkan api dari wajah dan hati mereka karena mereka sudah lama sekali mengakui-Ku dengan lisan mereka dan mengetahui-Ku dengan hati mereka. Dan juga sudah lama sekali mereka sujud dengan wajah mereka kepada-Ku ketika hidup di dunia."

Rasulullah Diizinkan Memberikan Syafa'at
Ketika umat Muhammad yang di neraka mendengar seruan itu, maka mereka semua berteriak keras. "Duh Muhammad! Duh Abu Al-Qosim! Wahai Muhammad! Wahai orang yang berbuat baik kepada para janda dan anak-anak yatim! Wahai penggembira di Hari Kiamat! Wahai pembuka para umat! Wahai pembuka pintu-pintu surga! Wahai penutup pintu-pintu neraka dari umatmu! Wahai pemberi syafa'at para umat! Kami adalah orang-orang lemah dari kalangan umatmu, yang tidak kuat dengan panas api. Tolonglah kami dengan syafaatmu untuk masuk ke dalam surga-surga!"

Salah satu dari mereka meletakkan kedua tangannya di kedua telinga seperti orang yang Adzan dan menyeru dengan suara paling keras, "Kami adalah umat Muhammad." Mendengar pengakuan mereka, Malik pun menghadap ke arah surga. Ia berkata kepada Nabi Muhammad yang tengah menikmati Surga.

"Wahai Muhammad! Kamu tengah menikmati surga sedangkan umatmu yang lemah meminta tolong kepadamu. Tolonglah mereka karena mereka adalah orang-orang lemah yang tidak kuat dengan api."

Ketika perkataan Malik sampai kepada Nabi Muhammad, maka beliau beranjak dari ranjangnya dan segera menaiki Buraq dan berkata: "Hai Buraq! Cepat! Cepat! Umatku adalah orang-orang lemah yang tidak kuat dengan panas api." Kemudian Nabi Muhammad naik Buraq dan mendarat di dekat tepi Jahannam.

Ketika mendengar suara mereka, maka Nabi Muhammad menangis dan mereka pun juga menangis. Nabi berkata: "Hai Malik! Keluarkan umatku dari neraka!" "Duh Muhammad! Aku tidak bisa mengeluarkan mereka selama aku tidak diberi perintah."

Kemudian Rasulullah menghadap ke arah tiang 'Arsy. Beliau turun dari Buraq dan bersujud. Dalam sujudnya, beliau berkata: "Ya Allah! Bukankah Engkau telah berjanji kepadaku untuk tidak membakar umatku di neraka?"

Allah menjawab: "Hai Muhammad! Mereka telah melupakanmu dan meninggalkan syariatmu di dunia. Oleh karena itu Aku membuat mereka lupa dengan syafa'atmu untuk mereka. Sekarang berilah mereka syafaat!" Kemudian Nabi memberi mereka semua syafa'at (pertolongan) dan mengeluarkan mereka dari neraka.

Sementara itu, orang-orang kafir masih tetap berada di dalam neraka. Pada saat itulah, orang- orang kafir berkata: "Andai dulu kita adalah orang-orang muslim, niscaya kita dikeluarkan dari neraka seperti mereka."

Ibnu Abbas berkata, orang-orang kafir itu seringkali (nanti di Akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an berikut:

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡ كَانُوۡا مُسۡلِمِيۡنَ‏

Artinya: "Orang kafir itu (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim." (QS Al-Hijr Ayat 2)

Demikian peristiwa di atas Shirat dan orang-orang muslim yang disiksa di neraka. Rasulullah SAW mendapat izin dari Allah untuk memberi syafa'at kepada mereka. Semoga Allah yang Maha Pengasih berkenan menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Al-Faatihah!
(rhs)Rusman H Siregar

No comments: