Keistimewaan Jabbal Qasiyun, Ketika Kiamat Terjadi Hanya Gunung Ini yang Bertahan

Keistimewaan Jabbal Qasiyun, Ketika Kiamat Terjadi Hanya Gunung Ini yang Bertahan
Makam 40 wali di Gunung Qasiyun. (Foto/Ilustrasi: sufipathoflove)
Jabbal Qasiyun atau Gunung Qasiyun di Damaskus, Suriah, diyakini banyak keistimewaannya. Ada yang mengatakan tatkala terjadi gempa bumi dahsyat pada Hari Kebangkitan, yang akan menghancurkan semua gunung dan melemparkannya seperti kapas, tidak akan menyentuh Jabbal Qasiyun.

Pernyataan itu disampaikan Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi dalam video yang dipublikasikan laman Saltamat. Soal Apa saja keutamaan Jabbal Qasiyun, dia bilang bahkan jika dia berbicara selama 40 hari, dia tetap tidak akan bisa menyelesaikan penjelasannya tentang keutamaan gunung itu.

"Ini adalah gunung yang mulia, dan cahaya (nur) jatuh di atasnya terus-menerus. Pada malam yang gelap, orang dapat melihat gunung bersinar dan bersinar," ujarnya sebagaimana dikutip sufipathoflove.com.

Menurut dia, Allah SWT telah mengutus 124.000 Nabi. Makam 1000 dari mereka ditemukan di seluruh dunia, tetapi tubuh suci dari 123.000 nabi yang tersisa ada di dalam Gunung Qasiyun.

Di masa lalu, orang-orang saleh biasa berjalan tanpa alas kaki di sana sebagai tanda penghormatan. Makam Ibn Arabi juga ada di sana, itu adalah makam yang diberkati.

Menurut Sheikh Nazim, Hari Pengadilan akan terjadi di Syam, dan gunung ini tidak akan dipindahkan dari tempatnya; sebaliknya, sebuah manifestasi akan jatuh di atas gunung ini, dan itu akan dipindahkan ke Firdaus tanpa disentuh.

Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi melanjutkan barang siapa yang memiliki rumah di atas gunung itu atau jika kuburannya terletak di sana, maka ia akan masuk surga tanpa dipertanyakan. "Itu adalah gunung yang sangat mulia," ujarnya lagi.

Sheikh Nazim Al-Haqqani al-Qubrusi lahir di Larnaca, Siprus pada 23 April 1922, Dari sisi ayah, beliau adalah keturunan Syeikh Abdul Qadir al-Jilani, pendiri Thariqat Qadiriah. Dari sisi ibunya, beliau adalah keturunan Maulana Jalaluddin Rumi, pendiri Thariqat Mawlawiyyah.

Sheikh Nazim mengatakan bahwa semua anaknya lahir di Syam, dan ada – cahaya di wajah mereka, dan dia berdoa agar Allah memanjangkan umur mereka, dengan berkah.

Dia sangat merindukan Syam, tetapi ada hikmah mengapa dia tidak ada di sana, dan malah berada di Siprus. Dia berdoa agar Allah tidak memutuskan dia dari Syam, dan dia meminta kepada Allah agar dia tidak pernah jauh dari Tempat Suci seperti itu.

Maulana berdoa kepada Allah untuk memperkuat keyakinan kita, dan untuk mengisi hati kita dengan cinta para nabi dan wali, karena siapa pun yang tidak memiliki cinta untuk para nabi dan wali, hati mereka kosong, mereka tidak memiliki cahaya.

Kiamat akan dimulai dan berakhir di Syam. "Begitu banyak orang akan berkumpul di sana pada waktu itu," kata Ibn Arabi. “Jika Anda menjatuhkan topi ini, topi ini akan jatuh pada orang-orang dan tidak akan jatuh ke tanah.”

Destinasi Ziarah
Gunung Qasiyun pada saat ini menjadi salah satu destinasi ziarah banyak kaum muslimin. Gunung ini berada kira-kira 30 km atau perjalanan 45 menit dari bandara Damaskus. Sepanjang jalan ke arah Jabal Qasiyun berkelok-kelok, melalui lereng-lereng bukit.

Di gunung ini ada makam al-Arba'in. Ini adalah sebuah bangunan suci di Jabal Qasiyun yang dibangun di situs tempat pembunuhan Habil putra Nabi Adam oleh saudaranya Qobil. Di dalam gua terdapat gambar mulut di batu. Konon ini telah terbentuk ketika gua berteriak pada perbuatan yang Qobil mengerikan.

Di puncak gunung ada sebuah gua besar yang disebut dengan nama Adam. Gua ini diapit oleh sebuah bangunan. Agak ke bawah ada sebuah gua yang dikenal sebagai Gua Kelaparan.

Dikisahkan bahwa 70 nabi berlindung di dalamnya dengan hanya memiliki satu roti dan terus beredar di antara mereka karena masing-masing lebih suka memberikannya kepada tetangganya sampai mereka semua mati bersama.

Di atas gua ini juga terdapat masjid yang dibangun secara teratur dan di dalamnya lampu-lampu terus menyala siang dan malam.

Di sisi lain dari gunung yang sama ada gua lain, yang menurut legenda lokal adalah gua Tujuh Tidur. Dalam sumber-sumber Kristen awal, serta dalam al-Quran mereka dikenal sebagai Aṣḥāb al-Kahfi (Penghuni Gua).

Selain di gua di Qasiyun, masih banyak tempat lain yang juga mengklaim sebagai gua Aṣḥāb al-Kahfi. Ada yang klaim di Ephesus, suatu kota kuno di pesisir Turki Barat, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Distrik Selçuk, Provinsi Izmir, Turki. Lalu di gua al-Batra di Palestina. Juga gua di wilayah Skandinavia (Eropa Utara). Bahkan juga Gua Rajib, yang berlokasi kira-kira delapan kilometer dari Amman, Yordania.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: